Wujudkan Swasembada Pangan, Petani Bantul Panen Raya Padi
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 13:33 WIB
loading...
Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) bersama Kelompok Tani Ngudi Rejeki 1 Bantul, menggelar panen raya. Foto/istimewa
A
A
A
BANTUL - Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) bersama Kelompok Tani Ngudi Rejeki 1 Bantul, dan PT Indoraya Mitra Persada 168 panen raya di Desa Sumber Mulyo Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Panen dilaksanakan di lahan budidaya petani yang mengaplikasikan pupuk hayati cair Azosplant produksi IMP168. "Dengan menggunakan pupuk Azoslplant produksi padi kami meningkat dan bulir-bulir padinya berisi padat dan cerah,"ungkap Sudaryono, Ketua Kelompok Tani Ngudi Rejeki 1 Padukuhan Kanutan, Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Jumat 14/8/2025.
Sudaryono menjelaskan, dengan penggunaan pupuk organik Azosplant dan pola budidaya ramah lingkungan dengan pendampingan Intani, kondisi lahan pertanian yang semula jenuh akibaf penggunaan pupuk kimia sintetis kini subur kembalu. "Tanahnya gembur, subur, dan banyak cacing cacing sekarang,"kata Sudaryono.
Baca juga: 1.000 Lebih Petani Panen Melon di Nganjuk Raih Rekor Muri
Para petani Kelompok Tani Ngudi Rejeki 1 sejak dua tahun lalu menerapkan budidaya padi dan jagung secara organik, tidak menggunakan pupuk kimia sintentis. Bertahap kondisi lahannya semakin subur, dan hasil panennya lebih banyak. "Sudah dua tahun kami tidak menggunakan pupuk kimia,"tuturnya.
Panen dilaksanakan di lahan budidaya petani yang mengaplikasikan pupuk hayati cair Azosplant produksi IMP168. "Dengan menggunakan pupuk Azoslplant produksi padi kami meningkat dan bulir-bulir padinya berisi padat dan cerah,"ungkap Sudaryono, Ketua Kelompok Tani Ngudi Rejeki 1 Padukuhan Kanutan, Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Jumat 14/8/2025.
Sudaryono menjelaskan, dengan penggunaan pupuk organik Azosplant dan pola budidaya ramah lingkungan dengan pendampingan Intani, kondisi lahan pertanian yang semula jenuh akibaf penggunaan pupuk kimia sintetis kini subur kembalu. "Tanahnya gembur, subur, dan banyak cacing cacing sekarang,"kata Sudaryono.
Baca juga: 1.000 Lebih Petani Panen Melon di Nganjuk Raih Rekor Muri
Para petani Kelompok Tani Ngudi Rejeki 1 sejak dua tahun lalu menerapkan budidaya padi dan jagung secara organik, tidak menggunakan pupuk kimia sintentis. Bertahap kondisi lahannya semakin subur, dan hasil panennya lebih banyak. "Sudah dua tahun kami tidak menggunakan pupuk kimia,"tuturnya.
Lihat Juga :