Dewan Ingatkan Pemkot Makassar Transparansi Dana CSR

Rabu, 16 Juni 2021 - 07:44 WIB
loading...
Dewan Ingatkan Pemkot...
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar harus lebih transparan dalam penggunaan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Foto: Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Anggota DPRD Makassar , Nunung Dasniar mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk lebih transparan dalam penggunaan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Terlebih di tengah pandemi, tidak sedikit perusahaan atau pihak ketiga yang ikut terlibat dalam penanganan Covid-19 di Kota Makassar. Salah satunya dalam bentuk CSR, baik berupa dana maupun bantuan alat pelindung diri (APD).

"Kita minta Pemkot Makassar transparan soal dana CSR yang dihimpun. Harusnya, bisa dipublish agar masyarakat tahu aliran dana ini ke mana saja," tegas Nunung Dasniar, Selasa (15/6/2021).

Menurut dia, dana CSR seharusnya bisa dikelola dan dimanfaatkan berdasarkan wilayah masing-masing. Bukan dikelola melalui ForumTanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) sehingga terjadi pemerataan.

Baca Juga: Fraksi PKB Minta CSR BUMN Difokuskan untuk Masyarakat Rentan dan Pesantren

"Jadi, kalau ada kebutuhan di kecamatan bisa langsung disalurkan melalui CSR perusahaan yang ada di wilayah itu. Kan itu tidak ribet lagi," tutur dia.

Misalnya saja, Nunung menyebutkan terkait kebutuhan pengadaan mobil atau motor sampah. Menurut dia, hal itu akan lebih cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Kalau konsepnya begitu saya kira akan lebih aman dari upaya negatif terkait dana CSR ini," papar Nunung.

Sedangkan, Ketua Fraksi PKS DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso tidak menampik penggunaan dana CSR di lingkup Pemkot Makassar belum transparan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, tidak sedikit perusahaan yang menyalurkan bantuan melalui pemerintah kota.

Baca Juga: Berkas Narkoba 4 Pejabat Pemkot Makassar Dilimpahkan ke Kejari

"Ini kan tidak kelihatan karena bantuan itu tercampur dengan program yang ada di dinas. Misalnya di Dinsos Makassar , dia punya program sendiri melalui bantuan sosial, kemudian ada perusahaan yang titip bantuan. Jadinya tercampur," ungkap dia.

Dia bahkan khawatir bantuan dari perusahaan itu justru bisa diklaim sebagai bantuan pemerintah. Padahal menurut dia, pemerintah melalui dana APBD sudah memiliki bantuan sendiri untuk masyarakat.

Bahkan, dia menyarankan agar perusahaan-perusahaan lebih menitipkan bantuannya ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Dengan begitu, kata dia, bantuan itu jelas kelihatan penyalurannya.

"Penyampaian ke publik itu penting, dan saya berharap ke depan CSR oleh perusahaan itu kalau bisa tidak usah di titip di dinas pemerintahan," ujar dia.

Baca Juga: Pemkot Parepare Incar Predikat Nindya Kota Layak Anak
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
11 Orang Ditetapkan...
11 Orang Ditetapkan Tersangka Pembakaran dan Penjarahan Gedung DPRD Makassar dan Sulsel
Deretan Bangkai Mobil...
Deretan Bangkai Mobil di Halaman Gedung DPRD Makassar setelah Diamuk Massa
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
DPRD Tetapkan Munafri-Aliyah...
DPRD Tetapkan Munafri-Aliyah Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar
50 Anggota DPRD Makassar...
50 Anggota DPRD Makassar Resmi Dilantik, 26 Wajah Baru
RS Vertikal Makassar...
RS Vertikal Makassar Milik Pemerintah Kini Miliki Fasilitas AC VRF
Dinas Pertanahan Kota...
Dinas Pertanahan Kota Makassar Targetkan 100 Aset Lahan Pemkot Miliki Sertifikat pada 2023
Dukung Program Pusat,...
Dukung Program Pusat, Pemkot Makassar Integrasikan NIK dan NPWP Warganya
Diskop dan UMKM Kota...
Diskop dan UMKM Kota Makassar Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan Pusat Inkubator
Rekomendasi
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
Infografis
Mantan Menkes Ingatkan...
Mantan Menkes Ingatkan 3 Capres Antisipasi Ancaman Perang Biologi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved