Berusaha Kabur dari Polisi, Pencuri Hewan Ternak di Wajo Ditembak
Selasa, 15 Juni 2021 - 18:38 WIB
loading...
Andi Jamal mendapat prawatan usai ditembak di bagian kaki oleh aparat Polres Wajo, Senin 15 Juni malam. Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Aparat kepolisian Polres Wajo terpaksa menembak kaki Andi Jamal (30), warga asal Kabupaten Bone, Senin 14 Juni malam. Itu gara-gara Jamal mencoba kabur dari polisi saat pengembangan kasus dugaan pencurian hewan ternak .
Jamal sebelumnya ditangkap atas dugaan pencurian hewan ternak di wilayah Polres Wajo. Ia adalah anggota kawanan pencurian hewan ternak dan mesin yang kerap beraksi lintas kabupaten.
Baca juga:Polisi Enggan Periksa CCTV untuk Selidiki Kasus Tabrak Lari di Desa Lamata
"Pelaku berusaha melarikan diri saat dibawa untuk melakukan pengembangan dan penunjukan TKP, anggota terpaksa melumpuhkan pelaku setelah tembakan peringatan tak dihiraukan," tutur Kapolres Wajo , AKBP Muhammad Islam Amrullah, Selasa (15/6/2021).
Menurut Kapolres , Jamal bersama kawanannya biasa beraksi sekitar pukul 01.00 Wita malam sampai 04.00 WIta subuh. Adapun tugas Jamal, memantau kondisi sekitar lokasi kejadian dari dalam mobil.
Baca juga:Satlantas Polres Wajo Akui Kesulitan Ungkap Kasus Tabrak Lari di Desa Lamata
Dari pengakuan Jamal, ia dan komplotan pernah beraksi di Desa Tellulimpoe, Kecamatan Majauleng dengan mengambil satu ekor sapi warga. Lalu, di Desa Tosora, Kecamatan Majualeng juga mengambil satu sapi.Lokasi lainnya di Desa Manurung, Kecamatan Bola dan Kelurahan Peneki, Kecamatan Takkalalla.
Jamal sebelumnya ditangkap atas dugaan pencurian hewan ternak di wilayah Polres Wajo. Ia adalah anggota kawanan pencurian hewan ternak dan mesin yang kerap beraksi lintas kabupaten.
Baca juga:Polisi Enggan Periksa CCTV untuk Selidiki Kasus Tabrak Lari di Desa Lamata
"Pelaku berusaha melarikan diri saat dibawa untuk melakukan pengembangan dan penunjukan TKP, anggota terpaksa melumpuhkan pelaku setelah tembakan peringatan tak dihiraukan," tutur Kapolres Wajo , AKBP Muhammad Islam Amrullah, Selasa (15/6/2021).
Menurut Kapolres , Jamal bersama kawanannya biasa beraksi sekitar pukul 01.00 Wita malam sampai 04.00 WIta subuh. Adapun tugas Jamal, memantau kondisi sekitar lokasi kejadian dari dalam mobil.
Baca juga:Satlantas Polres Wajo Akui Kesulitan Ungkap Kasus Tabrak Lari di Desa Lamata
Dari pengakuan Jamal, ia dan komplotan pernah beraksi di Desa Tellulimpoe, Kecamatan Majauleng dengan mengambil satu ekor sapi warga. Lalu, di Desa Tosora, Kecamatan Majualeng juga mengambil satu sapi.Lokasi lainnya di Desa Manurung, Kecamatan Bola dan Kelurahan Peneki, Kecamatan Takkalalla.
Lihat Juga :