Pemkot Parepare Incar Predikat Nindya Kota Layak Anak

Selasa, 15 Juni 2021 - 16:11 WIB
loading...
Pemkot Parepare Incar...
Suasana verifikasi lapangan hybrid yang dilakukan Tim Verifikasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Selasa (15/6). Foto: SINDOnews/Darwiaty Dalle
A A A
PAREPARE - Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare mengincar predikat nindya Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun ini. Target ini naik dari pencapaian Kota Parepare di ajang sebelumnya yang hanya meraih madya.

Guna merealisasikan target tersebut, Pemkot Parepare telah melakukan berbagai upaya. Seperti menerbitkan peraturan daerah sebagai wujud perlindungan hukum anak, juga kebijakan alokasi penganggaran pemenuhan hak-hak anak.

Baca juga:Luwu Utara Optimistis Raih Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya

Data yang dihimpun, tahun 2019 lalu Pemkot Parepare mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,4 miliar untuk 22 kegiatan anak. Sementara tahun 2020 meningkat menjadi Rp87,13 miliar untuk 306 kegiatan.

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe mengatakan, sejak awal memimpin pada Oktober 2013 lalu, pihaknya fokus dalam hal pemenuhan hak-hak anak.

Wali Kota menyampaikan, 10 potret hak-hak anak dalam PBB (hak bermain, pendidikan, perlindungan, identitas, status kebangsaan, makanan, kesehatan, rekreasi, kesamaan, dan peran dalam pembangunan) telah diwujudkan dalam kepemimpinannya.

Capaian-capaian tersebut dipaparkan dalam verifikasi lapangan hybrid yang dilakukan Tim Verifikasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Selasa (15/6/2021).

Baca juga:Sudah Zona Hijau, Protokol Kesehatan Ketat Tetap Diberlakukan di Parepare

"Hak dasar anak dan pemberdayaan perempuaan harus memiliki payung hukum, dan melahirkan Perda No 12 tahun 2015 terkait perlindungan perempuan dan anak. Dan saat ini kita sementara mengkaji hadirnya Perda Kota Layak Anak. Tidak berhenti sampai di sini, kami juga terus berinovasi melahirkan Habibie dan Ainun kecil di dengan perlindungan, pemenuhan, serta penghormatan hak-hak anak," papar Taufan .

Selain regulasi, kata Taufan , Parepare juga melibatkan peran anak dan perempuan dalam pembangunan, yakni dalam kegiatan musrenbang anak dan musrenbang perempuan.

Program pendidikan dalam melahirkan anak-anak cerdas dan berkarakter sebagai tonggak identitas kota santri dan ulama diimplementasikan melalui program mondok pesantren selama sepekan dan Majelis Anak Sholeh. Hak bermain anak pun tak luput perhatian pemerintah.

Taufan optimistis, dengan segala capaian yang dinilai lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, Parepare bisa naik kelas dari penghargaan kategori madya menjadi nindya.

Baca juga:DLH Parepare Jadi Tujuan Studi Banding Pengelolaan Sampah DPRD Morut

Sementara Ketua Tim Gugus Tugas KLA Parepare, Samsuddin Taha mengatakan, infrastruktur ramah anak menjadi perhatian pemkot, ditandai dengan dibangunnya sembilan taman bermain anak, 51 sekolah ramah anak dan sejumlah program seperti call in peran, untuk anak dan perempuan yangmengalami tindak kekerasan.

" Parepare juga miliki program Mari Bersama Sayang Anak (Mabessa) yang kami wujudkan dengan pengadaan 1 unit mobil, 2 motor, dan 1 rumah aman," ungkap Samsuddin yang juga Kepala Bappeda Parepare.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Penghargaan Kota...
Raih Penghargaan Kota Layak Anak, Bontang Tertibkan Reklame Rokok
Sejoli Pelaku Mesum...
Sejoli Pelaku Mesum di Masjid Terapung BJ Habibie di Parepare Serahkan Diri
Perayaan Hari Anak Nasional,...
Perayaan Hari Anak Nasional, Husairi Abdi: Beri Perhatian Lebih Besar terhadap Anak!
Kota Palangka Raya Raih...
Kota Palangka Raya Raih Penghargaan Kota Layak Anak dari Kementerian PPPA
Jatim Raih Provinsi...
Jatim Raih Provinsi Layak Anak, Ini Pesan Gubernur Khofifah
Kabupaten Tulang Bawang...
Kabupaten Tulang Bawang Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Ini Kata Bupati Winarti
Satu-Satunya di Indonesia,...
Satu-Satunya di Indonesia, Surabaya Menuju Kota Layak Anak Dunia
KemenPPPA: Tak Satu...
KemenPPPA: Tak Satu pun Daerah di Indonesia Kota Layak Anak
Rusak dan Tidak Terawat,...
Rusak dan Tidak Terawat, Inilah Kondisi Taman Bermain Khusus Anak di Tebing Tinggi
Rekomendasi
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Berita Terkini
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved