Update Corona Jabar: Kasus Positif 2.113 Orang, Sembuh dan Meninggal Nihil
Senin, 25 Mei 2020 - 18:55 WIB
loading...
A
A
A
Adapun pada kategori pasien dalam pengawasan (PDP) totalnya mencapai 7.907 orang. Rinciannya, sebanyak 5.486 orang atau 69,38 persen berstatus selesai pengawasan, sehingga total PDP terawasi mencapai 2.421 orang atau 30,62 persen.
(Baca: Bripka Hil, Polisi yang 'Ngamuk' di Cek Poin PSBB Ciparay Diperiksa Propam)
Sebelumnya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil telah meminta seluruh bupati dan wali kota kembali menggelar tes COVID-19 secara masif untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 pasca-Idul Fitri 1.441 Hijriah.
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, mobilitas warga menjelang hari raya Idul Fitri sempat meningkat. Banyak kerumunan yang tercipta, baik warga yang berniat mudik dan berbelanja. Hal tersebut, kata Kang Emil, berpotensi meningkatkan penularan COVID-19.
"Saya titip kerena setelah Lebaran bisa dilakukan pengetesan-pengetesan COVID-19. Apakah ada dampak atau tidak? Mudah- mudahan tidak," ungkap Kang Emil, Senin (25/4/2020).
Kang Emil melanjutkan, jika hasil tes masif menunjukkan angka penyebaran COVID-19 yang terkendali, aktivitas ekonomi bisa lebih longgar.
"Tinggal diatur kalau restoran maksimal berapa kursi, kalau di kantor bagaimana, di mall bagaimana dihitung sesuai kapasitas," jelasnya.
(Baca: Bripka Hil, Polisi yang 'Ngamuk' di Cek Poin PSBB Ciparay Diperiksa Propam)
Sebelumnya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil telah meminta seluruh bupati dan wali kota kembali menggelar tes COVID-19 secara masif untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 pasca-Idul Fitri 1.441 Hijriah.
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, mobilitas warga menjelang hari raya Idul Fitri sempat meningkat. Banyak kerumunan yang tercipta, baik warga yang berniat mudik dan berbelanja. Hal tersebut, kata Kang Emil, berpotensi meningkatkan penularan COVID-19.
"Saya titip kerena setelah Lebaran bisa dilakukan pengetesan-pengetesan COVID-19. Apakah ada dampak atau tidak? Mudah- mudahan tidak," ungkap Kang Emil, Senin (25/4/2020).
Kang Emil melanjutkan, jika hasil tes masif menunjukkan angka penyebaran COVID-19 yang terkendali, aktivitas ekonomi bisa lebih longgar.
"Tinggal diatur kalau restoran maksimal berapa kursi, kalau di kantor bagaimana, di mall bagaimana dihitung sesuai kapasitas," jelasnya.
(muh)
Lihat Juga :