Akses Jalan Sabbang-Seko Jadi Sumber Ekonomi Baru di Luwu Utara

Senin, 14 Juni 2021 - 10:25 WIB
loading...
Akses Jalan Sabbang-Seko...
Pembukaan akses dan pembangunan ruas jalan Sabbang-Tallang-Seko Luwu Utara jadi sumber ekonomi baru. Foto: Sindonews/Muchtamir Zaide
A A A
LUWU UTARA - Masyarakat Kecamatan Seko patut berbahagia. Setelah puluhan tahun tinggal di wilayah terisolir, akses jalan kini sudah terbuka, semakin memudahkan warga ke Kecamatan Masamba, ibu kota Kabupaten Luwu Utara.

Pemprov Sulsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel punya peran strategis dalam mewujudkan mimpi masyarakat Seko tersebut. Terbilang sukses mewujudkan misi 'Sulsel Terkoneksi', lewat program pembangunan infrastruktur ruas jalan jalur Sabbang-Tallang-Seko yang mulai diinisiasi sejak akhir 2019 lalu.

Sebelum proyek pembangunan ruas jalan itu dimulai, Seko adalah wilayah paling terisolasi. Sejak berpuluh tahun yang lalu, ruas jalan yang menghubungkan Masamba itu sulit diakses. Jalanan terjal, hingga berbatu, melaluinya lewat kendaraan bermotor roda dua sekalipun sulit.

Baca Juga: Pembangunan Jalan Doping-Atapange Mudahkan Distribusi Barang dan Hasil Bumi

Mahing (44), warga Desa Padang Raya hanyalah salah satu dari sekian banyak orang di Kecamatan Seko yang paling bersyukur. Baginya, pembukaan akses dan pembangunan ruas jalan Sabbang-Tallang-Seko adalah penantian sejak lama.

Akses Jalan Sabbang-Seko Jadi Sumber Ekonomi Baru di Luwu Utara


"Dengan adanya fasilitas jalan ini seolah-seolah kita ini baru merdeka. Selama ini biasanya kita tempuh jalan satu minggu, walaupun itu memakai kendaaan roda dua," papar Mahing saat ditemui di kediamannya, Kamis (10/6/2021) lalu.

Namun waktu tempuh Sabbang-Seko yang menghubungkan Masamba, kini diakui bisa ditempuh maksimal 3-4 jam saja. Dukungan konektivitas itu turut berefek pada perekonomian. Ongkos ojek tak lagi mahal, harga bahan pokok lebih murah.

"Biasanya ongkos ojek di atas sejuta, sekarang di bawahnya. Harga kebutuhan pokok, kami juga bersyukur karena tidak semahal dulu. Bayangkan semen saja Rp250.000 per sak, sekarang hampir di bawah setengahnya," sebut dia.

Kendati belum rampung sepenuhnya, apa yang sudah dikerjakan Pemprov melalui Dinas PUTR Sulsel , manfaatnya sudah terasa. Dia berharap, fasilitas umum lainnya bisa menyusul dihadirkan di Seko, setelah pembangunan jalan selesai.

"Dengan ridho Allah SWT, supaya bisa terwujud. Apalagi pemerintah provinsi selalu memperhatikan. Kami sangat bersyukur. Walaupun sekarang jalannya masih belum 100% selesai, tapi kami sangat bersyukur," harap Mahing.

Baca Juga: Jalan Poros Canru-Liu Dibeton, Mobilitas dan Ekonomi Masyarakat Meningkat

Kepala UPT Penyelenggaran Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Wilayah I Luwu Utara, Makmur mengemukakan, pembangunan ruas jalan Sabbang-Tallang-Seko adalah proyek kolaborasi. Ada pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten, di samping Pemprov Sulsel sendiri.

Pemerintah pusat turut membantu lewat dukungan APBN, setelah melalui pendekatan oleh Pemprov Sulsel. Lalu Pemkab Luwu Utara melalui bantuan keuangan yang juga diberikan Pemprov Sulsel.

"Memang kalau sampai di Seko dari Sabbang, sekitar 126 Km. Yang sementara ini yang mudah diakses oleh masyarakat sampai Palandoang. Dari Palandoang ke Seko, kurang lebih sisa 26 Km. Jadi kurang lebih 100 Km sudah lumayan bisa diakses," paparnya.

Dia berharap, jalanan beraspal sampai ke Seko bisa selesai dalam waktu dekat. Paling lambat, kata Makmur, tahun depan. "Mudah-mudahan perhatian pemerintah tetap besar terhadap ruas jalan ini dan bisa berlanjut sampai ke Seko," lanjut Makmur.

Baca Juga: Peningkatan Jalan Poros Pinrang-Rappang Dongkrak Perekonomian Warga

Makmur optimistis, pembangunan ruas jalan Sabbang-Seko bisa memacu sumber perekonomian baru masyarakat. Apalagi, efeknya sudah mulai terasa. Kehadirannya mulai berdampak di berbagai sektor.

"Jadi harga komoditas juga, karena dulu misalnya barang-barang memerlukan biaya yang tinggi untuk sampai di sini (Seko), ya sekarang cenderung turun semua," beber dia.

Akses Jalan Sabbang-Seko Jadi Sumber Ekonomi Baru di Luwu Utara


Bus perintis Damri pun sudah mulai beroperasi atas efek pembangunan jalan itu. Operasional bus yang di-launching sejak Januari lalu itu melayani trayek Masamba-Sabbang-Rongkong. Tarifnya Rp30.000 per orang untuk satu kali jalan. Rencananya, bus juga akan sampai di Kecamatan Seko, setelah pekerjaan jalan menuju Seko rampung.

"Dulu dari (desa) Limbong (Kecamatan Rongkong) orang mau ke Sabbang itu naik ojek Rp150ribu, sekarang sudah dilayani damri. Tiketnya Rp30ribu dari Limbong ke masamba lagi. Jadi masyarakat kalau mereka mau belanja banyak di Masamba bisa naik damri pulang-pergi Rp60ribu," sebut Makmur.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Suap Laporan Keuangan,...
Kasus Suap Laporan Keuangan, 2 Pimpinan DPRD Sulsel Dipanggil KPK
PUTR Sulsel Turun Ukur...
PUTR Sulsel Turun Ukur Jalan Antang Raya yang Alami Kerusakan
Rapat PKPD Penataan...
Rapat PKPD Penataan Ruang, Pemda Diminta Siapkan Insentif Warga
Rekomendasi
Fans Jepang Punguti...
Fans Jepang Punguti Sampah Usai Jepang Imbangi Belanda 2-2
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Berita Terkini
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved