Dewan Kritisi Kinerja Perumda Air Minum Atasi Kebocoran Air
Senin, 20 April 2020 - 14:21 WIB
loading...
Perencanaan dan pengelolaan yang dilakukan Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mendapat kritikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Perencanaan dan pengelolaan yang dilakukan Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mendapat kritikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.
Kata anggota Komisi B Bidang Ekonomi Keuangan DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo, PDAM belum bisa mengelola perencanaanya dengan baik sehingga masih terjadi kebocoran bahkan di kisaran 47 persen.
"Itulah bagaimana orang merencanakan dengan terintegrasi, terpadu antar stakeholder, PDAM bagian dari pemerintah ataupun bina marga, nah bagaimana merencanakan sesuatu di dalam ruangan satu meja sehingga apa yang kau lakukan jangan sudah dilakukan pengaspalan datang lagi menggali," tukasnya kepada SINDOnews.
Kata Dia, kebocoran PDAM yang selama ini terjadi juga kerap tidak dikoordinasikan antar stakeholder. Akibatnya biaya cost meningkat yang berimbas pada biaya retribusi pelanggan.
"Jadi dia tingkat pelayanannya itu masih di angka 70-an persen, ini yang pelayanan rumah tangga, ini menjadi perhatian bagaimana agar sedikit demi sedikit perlu ditingkatkan minimal di atas 80 persen," katanya.
Kata anggota Komisi B Bidang Ekonomi Keuangan DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo, PDAM belum bisa mengelola perencanaanya dengan baik sehingga masih terjadi kebocoran bahkan di kisaran 47 persen.
"Itulah bagaimana orang merencanakan dengan terintegrasi, terpadu antar stakeholder, PDAM bagian dari pemerintah ataupun bina marga, nah bagaimana merencanakan sesuatu di dalam ruangan satu meja sehingga apa yang kau lakukan jangan sudah dilakukan pengaspalan datang lagi menggali," tukasnya kepada SINDOnews.
Kata Dia, kebocoran PDAM yang selama ini terjadi juga kerap tidak dikoordinasikan antar stakeholder. Akibatnya biaya cost meningkat yang berimbas pada biaya retribusi pelanggan.
"Jadi dia tingkat pelayanannya itu masih di angka 70-an persen, ini yang pelayanan rumah tangga, ini menjadi perhatian bagaimana agar sedikit demi sedikit perlu ditingkatkan minimal di atas 80 persen," katanya.
Lihat Juga :