Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Pakar Epidemiologi: Vaksinasi di Bangkalan Harus Dipercepat

loading...
Pakar Epidemiologi: Vaksinasi di Bangkalan Harus Dipercepat
Penyekatan terus dilakukan di perbatasan masuk Surabaya dari arah Bangkalan. Vaksinasi harus dipercepat untuk memutus angka penularan.Dok/SINDOnews
SURABAYA - Lonjakan kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bangkalan terus terjadi. Kondisi itu juga diikuti dengan peningkatan kasus di daerah tetangganya, termasuk Kota Surabaya sejak lonjakan terjadi di Pulau Madura.

Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga sempat menemukan varian baru COVID-19 dari sampel tes di ITD. Dua varian baru itu adalah jenis B1.1.7 dan B1.351 yang memiliki tingkat penularan cukup tinggi.

Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Surabaya Dr. M. Atoillah Isfandiari, dr. M.Kes menuturkan, adanya varian baru yang jauh lebih mudah menular tersebut dapat dipengaruhi oleh mobilitas, terutama antara wilayah Bangkalan dan Surabaya. Dengan mobilitas tinggi dapat memberikan risiko penularan tinggi pula untuk kedua wilayah tersebut.

Kemunculan varian baru diduga dibawa oleh Pekerja Migran Indonesia dari Luar Negeri yang mudik pada saat lebaran. “Proses vaksinasi bisa dilakukan secara masif di masyarakat,” kata Atok, panggilan akrabnya, Minggu (13/6/2021).

Ia melanjutkan, penyekatan yang dilakukan di berbagai pintu masuk Surabaya serta testing menjadi langkah dasar untuk mengetahui dan melacak masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Yang penting ditesting dulu kalau ketemu yang positif diisolasi dan ditelusuri domisilinya. Maka daerah sekitar domisilinya itu yang diisolasi. Bisa jadi kalau dari testing itu ketemu positifnya merata dari berbagai kota di pulau Madura pada akhirnya bisa mengarah pada ke karantina wilayah pulau,” ungkapnya.



Atok menambahkan, kegiatan testing yang dilakukan di Jembatan Suramadu merupakan sedikit saja gambaran lonjakan COVID-19 dan sedikit upaya untuk meminimalisir persebaran di Surabaya. Kegiatan tersebut, ungkapnya, juga harus diimplementasikan untuk kegiatan mobilitas dalam kota untuk mendeteksi dan menggambarkan persebaran di Madura.

Tidak hanya itu, perlu adanya kesadaran bagi masyarakat Surabaya yang telah melakukan perjalanan libur lebaran atau mobilitas ke Madura untuk melapor ke puskesmas bila ada keluhan kesehatan. Baca: Kena Tracing Swab Hunter, Warga Bangkalan di Surabaya Pilih Lari ke Kuburan.

“Yang terpenting, untuk wilayah Madura sendiri jika ada kasus positif dilakukan tracing dalam seminggu ini sudah bertemu dengan siapa saja, termasuk saudara mereka yang mobilitas di Surabaya,” jelasnya.

Saat ini, proses vaksinasi terus dilakukan di Jatim. Madura menjadi salah satu sasaran vaksinasi untuk bisa memutus penyebaran COVID-19. Dengan herd immunity yang dimiliki warga, maka mereka bisa menciptakan pertahanan dari serangan virus. “Ditambah dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya. Baca Juga: Polres Bangka Barat Bakal Gelar Vaksinasi COVID-19 Gratis Bagi Masyarakat.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top