Pakar Epidemiologi: Vaksinasi di Bangkalan Harus Dipercepat
Minggu, 13 Juni 2021 - 10:43 WIB
loading...
Penyekatan terus dilakukan di perbatasan masuk Surabaya dari arah Bangkalan. Vaksinasi harus dipercepat untuk memutus angka penularan.Dok/SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Lonjakan kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bangkalan terus terjadi. Kondisi itu juga diikuti dengan peningkatan kasus di daerah tetangganya, termasuk Kota Surabaya sejak lonjakan terjadi di Pulau Madura.
Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga sempat menemukan varian baru COVID-19 dari sampel tes di ITD. Dua varian baru itu adalah jenis B1.1.7 dan B1.351 yang memiliki tingkat penularan cukup tinggi.
Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Surabaya Dr. M. Atoillah Isfandiari, dr. M.Kes menuturkan, adanya varian baru yang jauh lebih mudah menular tersebut dapat dipengaruhi oleh mobilitas, terutama antara wilayah Bangkalan dan Surabaya. Dengan mobilitas tinggi dapat memberikan risiko penularan tinggi pula untuk kedua wilayah tersebut.
Kemunculan varian baru diduga dibawa oleh Pekerja Migran Indonesia dari Luar Negeri yang mudik pada saat lebaran. “Proses vaksinasi bisa dilakukan secara masif di masyarakat,” kata Atok, panggilan akrabnya, Minggu (13/6/2021).
Ia melanjutkan, penyekatan yang dilakukan di berbagai pintu masuk Surabaya serta testing menjadi langkah dasar untuk mengetahui dan melacak masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19.
Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga sempat menemukan varian baru COVID-19 dari sampel tes di ITD. Dua varian baru itu adalah jenis B1.1.7 dan B1.351 yang memiliki tingkat penularan cukup tinggi.
Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Surabaya Dr. M. Atoillah Isfandiari, dr. M.Kes menuturkan, adanya varian baru yang jauh lebih mudah menular tersebut dapat dipengaruhi oleh mobilitas, terutama antara wilayah Bangkalan dan Surabaya. Dengan mobilitas tinggi dapat memberikan risiko penularan tinggi pula untuk kedua wilayah tersebut.
Kemunculan varian baru diduga dibawa oleh Pekerja Migran Indonesia dari Luar Negeri yang mudik pada saat lebaran. “Proses vaksinasi bisa dilakukan secara masif di masyarakat,” kata Atok, panggilan akrabnya, Minggu (13/6/2021).
Ia melanjutkan, penyekatan yang dilakukan di berbagai pintu masuk Surabaya serta testing menjadi langkah dasar untuk mengetahui dan melacak masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19.
Lihat Juga :