Terjerat Kredit Macet, Pengusaha Minta Pemerintah Tangguhkan Status SLIK
Jum'at, 11 Juni 2021 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
Selain dengan Pertamina, model kerja sama seperti ini bisa juga dikembangkan dengan PLN atau Angkasa Pura. Nantinya, UMKM bisa mengambil peran sebagai supplier atau penyedia jasa tertentu. Karena sebenarnya, secara kualitas UMKM juga telah memiliki kemampuan cukup bagus.
"Ini yang harus didorong dan kita kawal. Karena memang mereka butuh jumper agar bisa tetap eksis. Apalagi banyak UMKM baru saja menghadapi terpaan pandemi," beber dia. Baca juga: Gerakan Bangga Buatan Lokal Dinilai Picu Kebangkitan UMKM Indonesia
Sementara itu, Ketua Kadin Jawa Barat Cucu Sutara mengatakan, selain menggelar upgrading, pihaknya juga terus berupaya agar UMKM di Jabar bisa recovery pascaditerpa pandemi. Walaupun, sampai sekarang mereka pada pelaku usaha masih terdampak.
Namun, momen ini mestinya bisa dimanfaatkan pelaku UMKM kembali bangkit dengan membidik pangsa pasar yang lebih luas. "Salurannya bisa melalui digitalisasi. Dengan begitu, mereka bisa mengakses pangsa pasar ke semua daerah, tidak hanya di Jawa Barat," katanya.
Saat ini, diakuinya, pihaknya terus meningkatkan database UMKM di Jabat agar lebih terdata. Semenatara ini, dari database yang ada, baru sekitar 20 sampai 30 persen yang telah mengakses digital. Targetnya makin banyak pelaku usaha mengakses saluran online.
"Ini yang harus didorong dan kita kawal. Karena memang mereka butuh jumper agar bisa tetap eksis. Apalagi banyak UMKM baru saja menghadapi terpaan pandemi," beber dia. Baca juga: Gerakan Bangga Buatan Lokal Dinilai Picu Kebangkitan UMKM Indonesia
Sementara itu, Ketua Kadin Jawa Barat Cucu Sutara mengatakan, selain menggelar upgrading, pihaknya juga terus berupaya agar UMKM di Jabar bisa recovery pascaditerpa pandemi. Walaupun, sampai sekarang mereka pada pelaku usaha masih terdampak.
Namun, momen ini mestinya bisa dimanfaatkan pelaku UMKM kembali bangkit dengan membidik pangsa pasar yang lebih luas. "Salurannya bisa melalui digitalisasi. Dengan begitu, mereka bisa mengakses pangsa pasar ke semua daerah, tidak hanya di Jawa Barat," katanya.
Saat ini, diakuinya, pihaknya terus meningkatkan database UMKM di Jabat agar lebih terdata. Semenatara ini, dari database yang ada, baru sekitar 20 sampai 30 persen yang telah mengakses digital. Targetnya makin banyak pelaku usaha mengakses saluran online.
(don)
Lihat Juga :