Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Ledakan Kasus COVID-19 di Bandung Barat, 27 Warga Gununghalu Positif Terinfeksi

loading...
Ledakan Kasus COVID-19 di Bandung Barat, 27 Warga Gununghalu Positif Terinfeksi
Warga yang positif terpapar COVID-19 terus meningkat di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Puluhan warga Desa Tamanjaya, Gununghalu dinyatakan reaktif COVID-19. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
BANDUNG BARAT - Temuan kasus positif COVID-19 terus bermunculan di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Puluhan warga Desa Tamanjaya, Gununghalu dinyatakan reaktif COVID-19.

Baca juga: Bertambah 8.892, Total Ada 1.885.942 Kasus COVID-19 di Indonesia

Kemunculan kasus reaktif COVID-19 itu terjadi setelah 42 warga desa tersebut menjalani swab test antigen di Puskesmas Gununghalu pada Rabu 9 Juni 2021. Hasilnya, ternyata ada 27 warga yang dinyatakan reaktif.

Baca juga: Ini Hal yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum maupun Usai Vaksinasi COVID-19



Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, M Jauhari membenarkan informasi tentang adanya warga satu RW di Desa Tamanjaya yang reaktif COVID-19. Swab tes antigen dilakukan karena awalnya ada 16 warga yang bergejala COVID-19.

"Awalnya ada tokoh RW 10 Desa Tamanjaya yang melaporkan sebanyak 16 warga bergejala COVID-19. Lalu warga yang kontak erat sebanyak 42 orang di swab tes antigen, hasilnya ada 27 warga reaktif," terangnya, Kamis (10/6/2021).

Atas temuan itu, kata dia, pihak Puskesmas telah berkoordinasi dengan kecamatan dan desa. Kemudian guna menghindari penyebaran yang lebih banyak lagi, pihak kecamatan dan desa akhirnya melakukan isolasi wilayah di RW tersebut.

"Guna memastikan kondisinya, rencana akan dilakukan swab antigen ulang pada Rabu (16/6/2021) dengan sasaran 27 warga yang reaktif beserta kontak erat," sambungnya.

Disinggung soal dari mana warga tersebut terpapar, dirinya belum dapat memastikan. Hanya dugaan sementara, di daerah situ mulanya ada seorang warga meninggal tapi bukan karena COVID-19. Lalu ada kerabat yang melayat dari Jakarta. Namun belum bisa dipastikan apakah sumber penyebarannya dari pelayat tersebut atau bukan.

"Kalau gejala yang dialami warga yang reaktif tersebut masih kategori ringan yakni batuk dan pilek. Namun ada juga yang tidak bergejala. Jadi tidak ada seorang pun yang dirujuk," ujarnya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top