Keren, Pria Blitar Ini Mampu Ciptakan Sepeda Tenaga Matahari
Selasa, 08 Juni 2021 - 22:14 WIB
loading...
A
A
A
Setelah merasa cukup, ia pulang ke Blitar, membuka jasa servis elektronika. Servis apa saja. Televisi, kulkas, mesin cuci, komputer ia tangani. Termasuk piranti dokter gigi se-Blitar. Namun hobinya mengotak atik tekhnologi mutakhir yang belum diketahui, tidak pernah berhenti.
Salah satunya secara iseng membuat listrik tenaga surya di rumahnya. Lilik mengatakan, sejak menggunakan listrik tenaga surya, pemadaman PLN yang sering terjadi bukan persoalan lagi. "Di tempat saya tidak pernah ada listrik padam," paparnya. Begitu juga dengan sepeda tenaga surya.
Setelah sebulan melalui masa trial dan error, Lilik mulai membawa karyanya turun ke jalan. Awalnya hanya mengelilingi wilayah Kota Blitar. Namun belum lama ini sepeda tenaga surya tersebut sudah masuk wilayah Kabupaten Blitar. Dengan kecepatan maksimal 20-30 Km per jam, sepeda tenaga surya itu sudah membawa Lilik ke wilayah Kanigoro.
Paling jauh ke wilayah Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Karena modelnya yang tidak lazim, setiap turun ke jalan, kata Lilik hingga kini menarik perhatian. "Olok oloknya macam macam. Mulai diguyoni disuruh masang plakat sumbangan, sampai untuk jualan sayuran. Tapi untungnya wajah saya tertutup masker," kata Lilik.
Pengendara sepeda tenaga surya tidak perlu merasa khawatir kehabisan energi listrik. Setiap sepeda berjalan atau parkir, listrik yang berasal dari energi surya, otomatis mengisi sendiri. Untuk satu pengisian penuh, sepeda mampu menjangkau jarak hingga 60 Km.
Menurut Lilik, karyanya masih jauh dari sempurna. Khususnya terkait panel surya yang kurang praktis. Kemudian piranti kelistrikan yang diakuinya juga belum rapi. Saat ini ia masih memikirkan bagaimana panel surya yang ada di sepeda, bisa bergerak otomatis.
Seperti bunga matahari yang mengikuti intensitas cahaya. Kalau solusinya sudah ketemu, Lilik bercita cita ingin mengendarai sepeda tenaga suryanya ke Nganjuk dan Madiun. "Saya ingin ke Madiun. Atau yang lebih dekat Nganjuk," pungkas Lilik.
Salah satunya secara iseng membuat listrik tenaga surya di rumahnya. Lilik mengatakan, sejak menggunakan listrik tenaga surya, pemadaman PLN yang sering terjadi bukan persoalan lagi. "Di tempat saya tidak pernah ada listrik padam," paparnya. Begitu juga dengan sepeda tenaga surya.
Setelah sebulan melalui masa trial dan error, Lilik mulai membawa karyanya turun ke jalan. Awalnya hanya mengelilingi wilayah Kota Blitar. Namun belum lama ini sepeda tenaga surya tersebut sudah masuk wilayah Kabupaten Blitar. Dengan kecepatan maksimal 20-30 Km per jam, sepeda tenaga surya itu sudah membawa Lilik ke wilayah Kanigoro.
Paling jauh ke wilayah Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Karena modelnya yang tidak lazim, setiap turun ke jalan, kata Lilik hingga kini menarik perhatian. "Olok oloknya macam macam. Mulai diguyoni disuruh masang plakat sumbangan, sampai untuk jualan sayuran. Tapi untungnya wajah saya tertutup masker," kata Lilik.
Pengendara sepeda tenaga surya tidak perlu merasa khawatir kehabisan energi listrik. Setiap sepeda berjalan atau parkir, listrik yang berasal dari energi surya, otomatis mengisi sendiri. Untuk satu pengisian penuh, sepeda mampu menjangkau jarak hingga 60 Km.
Menurut Lilik, karyanya masih jauh dari sempurna. Khususnya terkait panel surya yang kurang praktis. Kemudian piranti kelistrikan yang diakuinya juga belum rapi. Saat ini ia masih memikirkan bagaimana panel surya yang ada di sepeda, bisa bergerak otomatis.
Seperti bunga matahari yang mengikuti intensitas cahaya. Kalau solusinya sudah ketemu, Lilik bercita cita ingin mengendarai sepeda tenaga suryanya ke Nganjuk dan Madiun. "Saya ingin ke Madiun. Atau yang lebih dekat Nganjuk," pungkas Lilik.
(shf)
Lihat Juga :