Datangi RSUD Srengat untuk Sidak Mesin PCR, Ini Temuan Anggota DPRD Blitar
Jum'at, 04 Juni 2021 - 01:05 WIB
loading...
A
A
A
Sidak Medi Wibawa bersama anggota Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, M. Andika, mengejutkan. Kepanikan sejumlah pegawai rumah sakit tidak bisa disembunyikan. Oleh Direktur RSUD Srengat, Pantjarara Budiresmi, semua langsung dikumpulkan.
Di lantai dasar tempat mesin PCR ditempatkan, Medi meminta dilakukan pengecekan langsung. Ia juga meminta data jumlah swab test di RSUD Srengat. Sejak dioperasikan Oktober 2020, mesin PCR sudah melayani 4.000-an sampel swab test. "Sidak bertujuan mengetahui kondisi riil yang ada," kata Medi menjelaskan.
Mesin PCR yang disoal Menkes bermerek Roche. Informasinya buatan Jerman. Medi yang diharuskan memakai baju hazmat, mengecek bagian mesin satu-persatu. Di ruangan bertekanan negatif yang semuanya menggunakan sensor, Medi mengecek secara detail.
Baca juga: Tabrak Truk Boks di Tol Trans Sumatera, Wakapolres Lampung Utara Luka Berat
Mulai unit mesin yang memiliki fungsi preparasi, ekstraksi dan PCR sendiri, ia periksa satu-persatu. Dua gen mesin diketahui mampu untuk melayani 84 sampel swab test. Untuk mengetahui hasil, proses yang berlangsung butuh waktu maksimal empat jam. "Iya tadi hasilnya mesin bekerja dengan baik," paparnya.
Namun Medi mempertanyakan kenapa RSUD Srengat , membeli mesin dengan harga yang lebih mahal. Dari pagu yang dialokasikan Rp2,7 miliar, harga mesin Roche Rp2,3 miliar. Bandrol pengadaan tersebut yang disoal Menkes.
Di lantai dasar tempat mesin PCR ditempatkan, Medi meminta dilakukan pengecekan langsung. Ia juga meminta data jumlah swab test di RSUD Srengat. Sejak dioperasikan Oktober 2020, mesin PCR sudah melayani 4.000-an sampel swab test. "Sidak bertujuan mengetahui kondisi riil yang ada," kata Medi menjelaskan.
Mesin PCR yang disoal Menkes bermerek Roche. Informasinya buatan Jerman. Medi yang diharuskan memakai baju hazmat, mengecek bagian mesin satu-persatu. Di ruangan bertekanan negatif yang semuanya menggunakan sensor, Medi mengecek secara detail.
Baca juga: Tabrak Truk Boks di Tol Trans Sumatera, Wakapolres Lampung Utara Luka Berat
Mulai unit mesin yang memiliki fungsi preparasi, ekstraksi dan PCR sendiri, ia periksa satu-persatu. Dua gen mesin diketahui mampu untuk melayani 84 sampel swab test. Untuk mengetahui hasil, proses yang berlangsung butuh waktu maksimal empat jam. "Iya tadi hasilnya mesin bekerja dengan baik," paparnya.
Namun Medi mempertanyakan kenapa RSUD Srengat , membeli mesin dengan harga yang lebih mahal. Dari pagu yang dialokasikan Rp2,7 miliar, harga mesin Roche Rp2,3 miliar. Bandrol pengadaan tersebut yang disoal Menkes.
Lihat Juga :