Disbudpar Maros Beri Pelatihan ke Pengelola Tempat Wisata
Kamis, 03 Juni 2021 - 22:39 WIB
loading...
Seorang pengunjung bersama seorang anak saat berada di kawasan air terjun Bantimurung beberapa waktu lalu. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros menggelar pelatihan kebersihan lingkungan sanitasi dan pengelolaan sampah di destinasi wisata, Kamis (3/6). Pelatihan digelar di Hotel Grand Town Maros.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Maros , Yusriadi Arief mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 40 orang.
Baca juga:Tingkatkan Kunjungan Pariwisata, Ratusan Pelaku Wisata di Maros Divaksin
"Peserta yang dihadirkan hari ini berasal dari beberapa utusan, yakni pengelola tempat wisata, pengelola usaha akomodasi, kelompok sadar wisata kuliner, serta kelompok sadar wisata yang ada di Kabupaten Maros," tuturnya.
Pria yang akrab disapa Adi ini menjelaskan, kegiatan akan digelar hingga 5 Juni 2021. Ia berharap, kegiatan ini dapat membantu menambah dan meningkatkan pendapatan asli daerah.
Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam yang hadir dalam acara pembukaan pelatihan menyampaikan rasa prihatinnya atas kondisi pariwisata yang lesu akibat Covid-19.
Baca juga:Disbudpar Maros Akan Maksimalkan Balla Mabbalanca
"Kita sangat terpuruk tahun lalu dengan ditutupnya seluruh tempat wisata di Kabupaten Maros. Meskipun begitu, kita sekarang bisa bersyukur sudah ada beberapa destinasi yang sudah mulai beroperasi," ungkap Chaidir .
Dia melanjutkan, dibukanya beberapa destinasi wisata tidak boleh membuat pemerintah lengah, sebab protokol kesehatan tetap harus diterapkan.
Menurut Chaidir, permasalahan yang paling menonjol dalam pengelolaan kawasan wisata adalah keberadaan sampah. Karenanya, ia sangat mengapresiasi Disbudpar yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.
Baca juga:Kehalalan Produk Makanan Lokal di Maros Diminta Terus Dipantau
"Meskipun wisata kita cantik, namun jika pengelolanya tidak memperhatikan kebersihan, para wisatawan yang datang tidak akan menengok untuk bisa kembali berkunjung," tegas Chaidir .
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Maros , Yusriadi Arief mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 40 orang.
Baca juga:Tingkatkan Kunjungan Pariwisata, Ratusan Pelaku Wisata di Maros Divaksin
"Peserta yang dihadirkan hari ini berasal dari beberapa utusan, yakni pengelola tempat wisata, pengelola usaha akomodasi, kelompok sadar wisata kuliner, serta kelompok sadar wisata yang ada di Kabupaten Maros," tuturnya.
Pria yang akrab disapa Adi ini menjelaskan, kegiatan akan digelar hingga 5 Juni 2021. Ia berharap, kegiatan ini dapat membantu menambah dan meningkatkan pendapatan asli daerah.
Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam yang hadir dalam acara pembukaan pelatihan menyampaikan rasa prihatinnya atas kondisi pariwisata yang lesu akibat Covid-19.
Baca juga:Disbudpar Maros Akan Maksimalkan Balla Mabbalanca
"Kita sangat terpuruk tahun lalu dengan ditutupnya seluruh tempat wisata di Kabupaten Maros. Meskipun begitu, kita sekarang bisa bersyukur sudah ada beberapa destinasi yang sudah mulai beroperasi," ungkap Chaidir .
Dia melanjutkan, dibukanya beberapa destinasi wisata tidak boleh membuat pemerintah lengah, sebab protokol kesehatan tetap harus diterapkan.
Menurut Chaidir, permasalahan yang paling menonjol dalam pengelolaan kawasan wisata adalah keberadaan sampah. Karenanya, ia sangat mengapresiasi Disbudpar yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.
Baca juga:Kehalalan Produk Makanan Lokal di Maros Diminta Terus Dipantau
"Meskipun wisata kita cantik, namun jika pengelolanya tidak memperhatikan kebersihan, para wisatawan yang datang tidak akan menengok untuk bisa kembali berkunjung," tegas Chaidir .
(luq)
Lihat Juga :