BMKG: Jatim Terancam Mega Tsunami, Ini Penjelasan Pakar Geologi ITS
Kamis, 03 Juni 2021 - 19:04 WIB
loading...
A
A
A
“Belum lagi, jika gempa yang terjadi berkekuatan M 8,7, akan mendorong sesar-sesar di Jawa Timur sehingga tereaktivasi,” imbuhnya.
Sesar yang tereaktivasi akan dapat menyebabkan gempa-gempa lain yang akibat dislokasi. Sedangkan, sesar-sesar tersebut melewati wilayah padat penduduk, seperti Banyuwangi, Probolinggo, Pasuruan, dan Surabaya.
Meskipun berkekuatan kecil, jika terjadi di daerah perkotaan maka akan sama membahayakannya. Amien menegaskan, gempa sejatinya tidak membunuh, tetapi dapat memicu likuifaksi, amplifikasi, longsor, dan tsunami, serta kerusakan pada infrastruktur.
Menurut sejarahnya, kata dia, likuifaksi terparah di Jawa Timur pernah terjadi di daerah Lumajang. Maka dari itu, sangat ditekankan olehnya supaya masyarakat kenal dengan macam bencana dan mitigasinya.
Bukan hanya gempa, melainkan juga prediksi tsunami dengan ketinggian 29 meter merupakan sesuatu yang sebaiknya diketahui lebih awal. Amien membuka catatan gempa dan tsunami yang pernah melanda Jawa Timur, juga menyebut bahwa tepat hari ini (3/6/2021) di tahun 1994 pernah terjadi gempa sekuat M7,8 dan menimbulkan tsunami setinggi 14 meter di Pancer, Banyuwangi.
Selain itu, dalam katalog tsunami BMKG tercatat bahwa tsunami pernah melanda pantai selatan Jawa Timur sebanyak tiga kali di tahun-tahun sebelumnya. Dengan waktu tempuh air untuk sampai ke daratan seperti yang disebutkan sebelumnya, yaitu selama 20 sampai 25 menit. Maka bila terjadi pertanda tsunami hanya ada waktu sekitar 20 menit bagi warga pesisir untuk menuju tempat yang lebih tinggi, setidaknya setinggi 20 meter.
Sesar yang tereaktivasi akan dapat menyebabkan gempa-gempa lain yang akibat dislokasi. Sedangkan, sesar-sesar tersebut melewati wilayah padat penduduk, seperti Banyuwangi, Probolinggo, Pasuruan, dan Surabaya.
Meskipun berkekuatan kecil, jika terjadi di daerah perkotaan maka akan sama membahayakannya. Amien menegaskan, gempa sejatinya tidak membunuh, tetapi dapat memicu likuifaksi, amplifikasi, longsor, dan tsunami, serta kerusakan pada infrastruktur.
Menurut sejarahnya, kata dia, likuifaksi terparah di Jawa Timur pernah terjadi di daerah Lumajang. Maka dari itu, sangat ditekankan olehnya supaya masyarakat kenal dengan macam bencana dan mitigasinya.
Bukan hanya gempa, melainkan juga prediksi tsunami dengan ketinggian 29 meter merupakan sesuatu yang sebaiknya diketahui lebih awal. Amien membuka catatan gempa dan tsunami yang pernah melanda Jawa Timur, juga menyebut bahwa tepat hari ini (3/6/2021) di tahun 1994 pernah terjadi gempa sekuat M7,8 dan menimbulkan tsunami setinggi 14 meter di Pancer, Banyuwangi.
Selain itu, dalam katalog tsunami BMKG tercatat bahwa tsunami pernah melanda pantai selatan Jawa Timur sebanyak tiga kali di tahun-tahun sebelumnya. Dengan waktu tempuh air untuk sampai ke daratan seperti yang disebutkan sebelumnya, yaitu selama 20 sampai 25 menit. Maka bila terjadi pertanda tsunami hanya ada waktu sekitar 20 menit bagi warga pesisir untuk menuju tempat yang lebih tinggi, setidaknya setinggi 20 meter.
(shf)
Lihat Juga :