Aksi Kekerasan Masih Mendera Bumi Cenderawasih, Kapolda Papua: Dialog Penyelesainnya
Sabtu, 29 Mei 2021 - 03:18 WIB
loading...
A
A
A
Adanya kunjungan kerja Kapolri dan Panglima TNI di Papua, menurut perwira tinggi Polri yang pernah menjabat sebagai Wakapolda Papua Barat ini, sebagai hal yang sangat penting agar para petinggi TNI-Polri dapat mendengar langsung masukan-masukan yang diberikan langsung oleh para Forkompinda di daerah baik di kabupaten/kota di Papua .
Baca juga: Wanita-wanita Seksi dan Belasan Pasangan Terjaring Razia Saat Asyik Mesum
"Penyelesaian konflik di Papua , untuk seluruh rakyat di tanah Papua. Tanggung jawab itu, bukan hanya kami yang ada di Jayapura (Forkompinda Provinsi Papua ), tetapi ada pada para pemimpin di kabupaten, karena merekalah para Forkompinda di daerah yang akan selalu menyentuh di depan, termasuk masyarakat yang sedang bergolak," ungkapnya.
Lebih lanjut Fakhiri mengatakan, dalam pertemuan tersebut ada masukan-masukan yang selama ini belum dapat disampaikan kepada pemerintah pusat, hal ini dikarenakan adanya sumbatan-sumbatan yang kerap menghambat. Dengan adanya dialog dan diskusi dengan para Forkompinda kabupaten/kota di Papua ini, semua masukan ini dapat disampaikan kepada pemerintah pusat.
![Aksi Kekerasan Masih Mendera Bumi Cenderawasih, Kapolda Papua: Dialog Penyelesainnya]()
Fakhiri mengaku, dirinya bersama Pangdam Cenderawasih , Pangkogabwilhan III, serta semua pihak dalam satu visi untuk penyelesaian konflik di Papua , yakni dengan mengedepankan pendekatan kesejahteraan yang merupakan amanah Presiden Joko Widodo.
"Saya, bersama Bapak Pangdam Cenderawasih , kita dalam satu visi. Termasuk nanti Bapak Pangkogabwilhan III juga kita satu visi. Kita mengendapankan pendekatan kesejahteraan sebagai amanah, perintah Bapak Presiden. Jadi sudah sangat jelas, kita mau merubah pola pendekatan," ujarnya.
Baca juga: Nyalakan Tanda Bahaya, COVID-19 di Kota Malang Menggila Klaster Baru Bermunculan
Baca juga: Wanita-wanita Seksi dan Belasan Pasangan Terjaring Razia Saat Asyik Mesum
"Penyelesaian konflik di Papua , untuk seluruh rakyat di tanah Papua. Tanggung jawab itu, bukan hanya kami yang ada di Jayapura (Forkompinda Provinsi Papua ), tetapi ada pada para pemimpin di kabupaten, karena merekalah para Forkompinda di daerah yang akan selalu menyentuh di depan, termasuk masyarakat yang sedang bergolak," ungkapnya.
Lebih lanjut Fakhiri mengatakan, dalam pertemuan tersebut ada masukan-masukan yang selama ini belum dapat disampaikan kepada pemerintah pusat, hal ini dikarenakan adanya sumbatan-sumbatan yang kerap menghambat. Dengan adanya dialog dan diskusi dengan para Forkompinda kabupaten/kota di Papua ini, semua masukan ini dapat disampaikan kepada pemerintah pusat.

Fakhiri mengaku, dirinya bersama Pangdam Cenderawasih , Pangkogabwilhan III, serta semua pihak dalam satu visi untuk penyelesaian konflik di Papua , yakni dengan mengedepankan pendekatan kesejahteraan yang merupakan amanah Presiden Joko Widodo.
"Saya, bersama Bapak Pangdam Cenderawasih , kita dalam satu visi. Termasuk nanti Bapak Pangkogabwilhan III juga kita satu visi. Kita mengendapankan pendekatan kesejahteraan sebagai amanah, perintah Bapak Presiden. Jadi sudah sangat jelas, kita mau merubah pola pendekatan," ujarnya.
Baca juga: Nyalakan Tanda Bahaya, COVID-19 di Kota Malang Menggila Klaster Baru Bermunculan
Lihat Juga :