Bantu Suku Kajang, Mahasiswa UNM Raih Hibah PKM Kementerian Pendidikan
Jum'at, 28 Mei 2021 - 13:58 WIB
loading...
Empat Mahasiswa UNM yang berhasil meraih bantuan dana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Empat mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dan Komputer (JTIK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) berhasil mendapatkan bantuan dana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Keempat mahasiswa itu yakni Anisa Febriani Musakkir, Ahmad Ali Ramli, Ikra Ain Fahwa dan M Sukron Kurniawan. Mereka dinyatakan lolos pada PKM bidang Penerapan Iptek (PI).
Baca juga:Orasi di Wisuda UNM, Menristek Tekankan Pentingnya Budaya Inovasi
Tim yang dikomandoi Anisa ini mencoba membantu masyarakat Suku Kajang di Kabupaten Bulukumba, untuk memasarkan kain khas merekamelalui aplikasi. "Aplikasinya namanya Kadow. Ini e-commerce," ucap dia, Jumat (28/5), seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Anisa menjelaskan aplikasi e-commerce yang dibuat timnya ramah budaya. "Kita mengetahui masyarakat Suku Kajang concern menjaga nilai-nilai budaya. Kami hadirkan teknologi untuk membantu mereka tanpa mencerabut akar budaya, " kata Anisa yang dua tahun lalu juga mendapatkan pendanaan yang sama dari PKM.
Keempat mahasiswa itu yakni Anisa Febriani Musakkir, Ahmad Ali Ramli, Ikra Ain Fahwa dan M Sukron Kurniawan. Mereka dinyatakan lolos pada PKM bidang Penerapan Iptek (PI).
Baca juga:Orasi di Wisuda UNM, Menristek Tekankan Pentingnya Budaya Inovasi
Tim yang dikomandoi Anisa ini mencoba membantu masyarakat Suku Kajang di Kabupaten Bulukumba, untuk memasarkan kain khas merekamelalui aplikasi. "Aplikasinya namanya Kadow. Ini e-commerce," ucap dia, Jumat (28/5), seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Anisa menjelaskan aplikasi e-commerce yang dibuat timnya ramah budaya. "Kita mengetahui masyarakat Suku Kajang concern menjaga nilai-nilai budaya. Kami hadirkan teknologi untuk membantu mereka tanpa mencerabut akar budaya, " kata Anisa yang dua tahun lalu juga mendapatkan pendanaan yang sama dari PKM.
Lihat Juga :