Viral Dosen Dorong Mahasiswa Protes Beli Jaket Almamater, Ini Penjelasan Rektor UNM Karta Jayadi
Kamis, 11 Juli 2024 - 17:53 WIB
loading...
Aksi kasar oknum dosen yang mendorong mahasiswa karena memprotes kebijakan kampus yang mewajibkan mahasiswa baru (maba) membeli jas almamater mendadak viral di media sosial (medsos). Foto/Tangkapan Layar IG
A
A
A
MAKASSAR - Aksi kasar oknum dosen yang mendorong mahasiswa karena memprotes kebijakan kampus yang mewajibkan mahasiswa baru (maba) membeli jas almamater mendadak viral di media sosial (medsos). Kejadian ini mengundang beragam reaksi netizen.
Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Karta Jayadi membenarkan peristiwa itu terjadi saat mahasiswa baru (maba) antre untuk membeli jaket almamater. Dia menjelaskan, mahasiswa tersebut datang tiba-tiba dan memprovokasi maba agar tidak perlu beli almamater.
"Yang saya tahu maba antre untuk membeli jaket almamater, tiba-tiba ada orang yang memprovokasi untuk tidak perlu beli jaket, ambil saja jaket yang pernah dipake oleh senior atau keluarganya,” kata rektor saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (11/7/2024).
Baca juga; Viral, Dosen UNM Dorong Mahasiswa Gara-gara Protes Kebijakan Wajib Beli Jas Almamater
Karta menilai, tindakan mahasiswa senior yang memprovokasi tersebut tidak pantas dilakukan di tengah antrean maba. Sebab, setiap mahasiswa baru sudah seharusnya beli almamater baru.
Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Karta Jayadi membenarkan peristiwa itu terjadi saat mahasiswa baru (maba) antre untuk membeli jaket almamater. Dia menjelaskan, mahasiswa tersebut datang tiba-tiba dan memprovokasi maba agar tidak perlu beli almamater.
"Yang saya tahu maba antre untuk membeli jaket almamater, tiba-tiba ada orang yang memprovokasi untuk tidak perlu beli jaket, ambil saja jaket yang pernah dipake oleh senior atau keluarganya,” kata rektor saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (11/7/2024).
Baca juga; Viral, Dosen UNM Dorong Mahasiswa Gara-gara Protes Kebijakan Wajib Beli Jas Almamater
Karta menilai, tindakan mahasiswa senior yang memprovokasi tersebut tidak pantas dilakukan di tengah antrean maba. Sebab, setiap mahasiswa baru sudah seharusnya beli almamater baru.
Lihat Juga :