FKUB Grobogan: Moderasi Beragama Modal Kuat Persatuan Bangsa
Selasa, 25 Mei 2021 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Abu Mansur, agama sudah seharusnya dijaga dan dijunjung keluhurannya bukan justru dipergunakan untuk hal-hal yang merusak peradaban. Sebab sejak diturunkan, agama pada hakikatnya bertujuan untuk membangun peradaban itu sendiri. Dengan adanya kesadaran ini, maka diperlukan sikap dan perilaku yang tidak ekstrem atau moderasi dalam beragama agar peradaban bangsa terjaga.
“Moderasi beragama itu tidak berlebihan dalam beragama, tapi juga tidak menyepelekan agama. Dia tidak ekstrem mengagungkan teks-teks keagamaan tanpa menghiraukan akal atau nalar. Di sisi lain dia juga tidak mendewakan akal dengan mengabaikan teks,” terangnya.
Abu Mansur menandaskan, menjalankan praktik moderasi beragama bukan bermakna tidak teguh dalam melaksanakan ajaran agama. Sebab seseorang yang moderat juga memiliki pendirian teguh dan semangat beragama yang tinggi.
Namun orang moderat mampu memilah mana pokok ajaran agama yang menuntut tidak boleh ada kompromi dengan tafsir agama yang bisa melahirkan perbedaan pandangan. “Keragaman ini membutuhkan sikap saling menghormati tanpa harus menyalah-nyalahkan,” kata Ketua PCNU Kabupaten Grobogan ini.
Abu Mansur menilai, jika moderasi beragama ini bisa dipahami dan dijalankan dengan baik, maka akan menjadi kekuatan besar terutama dalam mengokohkan persatuan bangsa. Merawat persatuan ini juga penting sebab ancaman dan rongrongan yang berpotensi membahayakan bangsa kapan pun bisa bermunculan.
“Moderasi beragama itu tidak berlebihan dalam beragama, tapi juga tidak menyepelekan agama. Dia tidak ekstrem mengagungkan teks-teks keagamaan tanpa menghiraukan akal atau nalar. Di sisi lain dia juga tidak mendewakan akal dengan mengabaikan teks,” terangnya.
Abu Mansur menandaskan, menjalankan praktik moderasi beragama bukan bermakna tidak teguh dalam melaksanakan ajaran agama. Sebab seseorang yang moderat juga memiliki pendirian teguh dan semangat beragama yang tinggi.
Namun orang moderat mampu memilah mana pokok ajaran agama yang menuntut tidak boleh ada kompromi dengan tafsir agama yang bisa melahirkan perbedaan pandangan. “Keragaman ini membutuhkan sikap saling menghormati tanpa harus menyalah-nyalahkan,” kata Ketua PCNU Kabupaten Grobogan ini.
Abu Mansur menilai, jika moderasi beragama ini bisa dipahami dan dijalankan dengan baik, maka akan menjadi kekuatan besar terutama dalam mengokohkan persatuan bangsa. Merawat persatuan ini juga penting sebab ancaman dan rongrongan yang berpotensi membahayakan bangsa kapan pun bisa bermunculan.
Lihat Juga :