Adu Kuat Anindya Bakrie-Arsjad Rasjid di Bursa Ketum, Kadin Jabar Buka Sinyal Dukungan
Minggu, 23 Mei 2021 - 06:23 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, dia menekankan bahwa harus ada sosok terbaik yang mampu memimpin kebangkitan ekonomi nasional di masa depan di tengah berubahnya seluruh sektor kehidupan, terutama ekonomi akibat pandemi COVID-19.
"Dengan adanya pandemi ini, bumi dikalibrasi ulang, sehingga tatanan ekonomi pun berubah total. Kalau tidak bisa mentransformasikan ekonomi kita yang berdasar bahan baku dan manufaktur, yang membangun kedaulatan produk daerah maupun nasional menjadi subtitusi produk impor, akan berat," tuturnya.
Terlebih, lanjut Tatan, Jabar pun kini mulai menunjukkan perbaikan ekonomi yang sempat terpuruk akibat terdampak pandemi COVID-19.
Pertumbuhan ekonomi Jabar yang sempat minus 2,39 persen pada kuartal IV 2020 berangsur-angsur membaik hingga berada di angka 0,83 persen di kuartal I 2021.
Kondisi tersebut dinilainya menjadi momentum bagi Kadin mengingat Jabar pun merupakan parameter ekonomi Tanah Air dengan jumlah penduduk lebih dari 50 juta jiwa dan 60 persen industri berada di wilayah ini.
"Tentunya sosok yang terbaik harus memimpin dan hadir dengan performance dirinya. Bukan oligarki atau besar karena dia punya pengalaman organisasi yang panjang. Pengalaman panjang tidak menjamin karena pemenang ekonomi masa depan adalah yang cepat merespon perubahan peradaban kedepan," tegas Tatan mengungkapkan sinyal dukungannya itu.
Dia menekankan, Kadin Jabar memandang performa kedua calon ketum Kadin, mulai dari ability, effort, dan believe. Untuk Anindya, dia menilai, pengalaman panjang di Kadin menjadi salah satu kelebihannya. Adapun Arsjad dinilainya memiliki nilai lebih di sisi ability, soft skill, dan knowledge.
"Dengan adanya pandemi ini, bumi dikalibrasi ulang, sehingga tatanan ekonomi pun berubah total. Kalau tidak bisa mentransformasikan ekonomi kita yang berdasar bahan baku dan manufaktur, yang membangun kedaulatan produk daerah maupun nasional menjadi subtitusi produk impor, akan berat," tuturnya.
Terlebih, lanjut Tatan, Jabar pun kini mulai menunjukkan perbaikan ekonomi yang sempat terpuruk akibat terdampak pandemi COVID-19.
Pertumbuhan ekonomi Jabar yang sempat minus 2,39 persen pada kuartal IV 2020 berangsur-angsur membaik hingga berada di angka 0,83 persen di kuartal I 2021.
Kondisi tersebut dinilainya menjadi momentum bagi Kadin mengingat Jabar pun merupakan parameter ekonomi Tanah Air dengan jumlah penduduk lebih dari 50 juta jiwa dan 60 persen industri berada di wilayah ini.
"Tentunya sosok yang terbaik harus memimpin dan hadir dengan performance dirinya. Bukan oligarki atau besar karena dia punya pengalaman organisasi yang panjang. Pengalaman panjang tidak menjamin karena pemenang ekonomi masa depan adalah yang cepat merespon perubahan peradaban kedepan," tegas Tatan mengungkapkan sinyal dukungannya itu.
Dia menekankan, Kadin Jabar memandang performa kedua calon ketum Kadin, mulai dari ability, effort, dan believe. Untuk Anindya, dia menilai, pengalaman panjang di Kadin menjadi salah satu kelebihannya. Adapun Arsjad dinilainya memiliki nilai lebih di sisi ability, soft skill, dan knowledge.
Lihat Juga :