Punya Ribuan Koleksi Buku dan Unik, Perpustakaan Herbal Nginden Jangkungan Lolos Tingkat Provinsi
Kamis, 20 Mei 2021 - 17:55 WIB
loading...
A
A
A
"Misalnya dengan membaca buku itu langsung kita praktikan. Di sini ada lahan dan bahan herbal, itu kita praktikkan, kita manfaatkan," kata Eka Sri Lestari.
Setidaknya, ada sekitar 2.011 koleksi buku bacaan yang ada perpustakaan ini. Eka menyebut, ribuan buku ini terdiri dari beragam kategori. Mulai dari kategori buku yang mengulas sosial budaya, politik, serta pemberdayaan anak-anak.
Bahkan, adapula buku-buku bacaan khusus untuk anak berkebutuhan khusus. "Jadi tidak hanya anak-anak sasaran kita, ibu-ibu, bapak-bapak dan lansia, semuanya," ungkap dia.
Perempuan yang juga menjadi Ketua PKK RT 9 / RW 5, Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo Surabaya, ini mengaku, bahwa secara bertahap, ia bersama para pengurus perpustakaan terus memaksimalkan segala potensi atau sumber daya yang ada. "Kita juga terus belajar, terus kita perbaikan, peningkatan juga apapun itu," tutur dia.
Menurut Eka, ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Salah satunya yakni melalui pemberdayaan dalam bentuk pelatihan mengolah bahan-bahan herbal menjadi produk yang lebih modern.
"Hal-hal yang kuno itu kita lestarikan lagi dengan herbal. Tetapi dengan teori-teori yang lebih modern. Seperti mengolah jahe menjadi freshcare. Terus jamu-jamuan tradisional itu dikemas dengan menarik, menjadi produk UMKM yang lebih modern," katanya.
Setidaknya, ada sekitar 2.011 koleksi buku bacaan yang ada perpustakaan ini. Eka menyebut, ribuan buku ini terdiri dari beragam kategori. Mulai dari kategori buku yang mengulas sosial budaya, politik, serta pemberdayaan anak-anak.
Bahkan, adapula buku-buku bacaan khusus untuk anak berkebutuhan khusus. "Jadi tidak hanya anak-anak sasaran kita, ibu-ibu, bapak-bapak dan lansia, semuanya," ungkap dia.
Perempuan yang juga menjadi Ketua PKK RT 9 / RW 5, Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo Surabaya, ini mengaku, bahwa secara bertahap, ia bersama para pengurus perpustakaan terus memaksimalkan segala potensi atau sumber daya yang ada. "Kita juga terus belajar, terus kita perbaikan, peningkatan juga apapun itu," tutur dia.
Menurut Eka, ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Salah satunya yakni melalui pemberdayaan dalam bentuk pelatihan mengolah bahan-bahan herbal menjadi produk yang lebih modern.
"Hal-hal yang kuno itu kita lestarikan lagi dengan herbal. Tetapi dengan teori-teori yang lebih modern. Seperti mengolah jahe menjadi freshcare. Terus jamu-jamuan tradisional itu dikemas dengan menarik, menjadi produk UMKM yang lebih modern," katanya.
(msd)
Lihat Juga :