Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Monitor Hingga Level Desa, Ridwan Kamil: Jabar Kembangkan Peta Interaktif COVID-19

loading...
Monitor Hingga Level Desa, Ridwan Kamil: Jabar Kembangkan Peta Interaktif COVID-19
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil optimistis peta interaktif tentang penularan COVID-19 di level desa di Jabar dapat membantu pengambilan keputusan terkait COVID-19. Foto/Humas Jabar
BANDUNG - Pemprov Jabar menjalin kemitraan analitika dengan Pulse Lab Jakarta (PLJ) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mengembangkan peta interaktif tentang penularan COVID-19 di level desa di Jabar.

Baca juga: Ridwan Kamil: 60 Ribu Kendaraan Diputar Balik, 15 Pemudik Positif COVID-19

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil optimistis peta interaktif tersebut dapat membantu pengambilan keputusan terkait COVID-19 di Jabar. Apalagi, Pemprov Jabar memegang teguh prinsip good data, good standing, bad data, bad standing, dalam mengambil kebijakan, khususnya terkait penanganan pandemi COVID-19.

Baca juga: Angkat Pamor Brand Lokal, Ridwan Kamil Sukses Lelang Produk UMKM Rp53 Juta



"Tidak boleh ada lagi keputusan tanpa data yang valid, tidak boleh lagi bertengkar masalah data, tidak boleh lagi orang mengambil keputusan tanpa keilmiahan," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil saat audiensi dengan Jabar Digital Service, PLJ, dan Bappenas, via video konferensi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (11/5/2021).

Dengan peta interaktif, kata Kang Emil, data-data yang rumit terkait penanganan pandemi COVID-19 dapat disederhanakan dan dikonsumsi dengan mudah oleh masyarakat umum. Selain itu, tampilan peta interaktif pun harus user friendly supaya mudah diakses masyarakat.

"Untuk menyempurnakan proses pembangunan (termasuk penanganan COVID-19) menjadi lebih cepat dan lebih akurat, kita harus mempunyai sistem data yang mudah digunakan dan komprehensif," ucapnya.

Kang Emil pun menuturkan, pendekatan inovasi data dan transformasi digital, serta kolaborasi menjadi faktor krusial dalam menghadapi dan memitigasi pandemi COVID-19.

“Saya sangat menghargai kolaborasi bersama ini, karena seyogyanya keadaan pandemi ini harus dihadapi dan dimitigasi bersama-sama melalui inovasi baru. Saya menyambut baik hal-hal seperti ini," tuturnya.

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Bappenas Mohammad Irfan Saleh menyatakan hal yang senada. Menurutnya, kemitraan analitika dan data inovasi menjadi hal penting untuk merespons pandemi COVID-19.



“Kemitraan analitika dan data inovasi menjadi penting untuk respons yang efektif terhadap COVID-19 di Indonesia," kata Mohammad Irfan.

Sebuah wilayah dapat dianggap memiliki risiko penularan yang tinggi apabila memiliki jumlah kasus positif COVID-19 yang tinggi. Namun demikian, ada beberapa faktor selain data kasus positif yang juga berkontribusi terhadap potensi penularan COVID-19 di sebuah wilayah.

Untuk memberi gambaran situasi dengan lebih akurat, Peta Interaktif COVID-19 Jawa Barat ini melakukan analisa sampai tingkat desa melalui metode penggabungan data administratif (PODES) dengan data alternatif (Facebook population density), guna mendapatkan data dan informasi yang lebih lengkap.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top