Aksi Sosial Laskar Sasak Bikin 1.000 Yatim Piatu di Lombok Tengah Tersenyum
Senin, 10 Mei 2021 - 02:01 WIB
loading...
A
A
A
Trilogi adat ini berupa (1) tatakrama hubungan manusia dengan Tuhan. (2) tatakrama hubungan manusia dengan manusia dan (3) hubungan manusia dengan alam dan lingkungan.
Hal ini diterima oleh semua agama bahkan di semua suku meskipun dengan syariat yang berbeda beda, sedangkan adat Sasak sendiri basicnya adalah Syariat Islam yang konon Islam Sasak sudah ada jauh sebelum kerajaan Majapahit terbukti adanya penyebaran oleh Syeikh Rukunuddin dari Sumatera sekitat abad 7 M.
“InsyaAllah trilogi adat ini bisa menjadi salah satu resolusi khususnya persoalan radikalisme dan sparatisme yang mengancam bangsa serta negara Indonesia,” kata Kabinda NTB.
Silaturrohim Lombok Mercusuar yang dipandu Sekjen Laskar Sasak berlangsung penuh kekeluargaan. H. Lalu Imam Hambali yang juga Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam menekankan jati diri Sasak harus tetap dipertahankan dan mulai dari pendidikan keluarga dan generasi muda. “Tidak ada kata terlambat dan kita mulai dari Keluarga,” tegasnya.
Tokoh Sasak, Ir H. Lalu Anas Amrullah juga melihat potensi generasi muda dan generasi milenial harus dicari pola komunikasi yang tepat untuk mengkokohkan budaya. “Generasi sekarang beda dengan yang dulu sehingga komunikasi yang tepat penting,” tegasnya.
Budayawan Sasak Dr Masnun Hambali melihat ucapan yang berkonseksensi hukum dan perbuatan yang berkonsekwensi peraturan. Ke depan perlu konvensi menjadi bagian penting untuk dikomunikasikan dengan berbagai pihak sambil mencontohkan kasus yang ditanganinya beberapa waktu lalu.
Hal ini diterima oleh semua agama bahkan di semua suku meskipun dengan syariat yang berbeda beda, sedangkan adat Sasak sendiri basicnya adalah Syariat Islam yang konon Islam Sasak sudah ada jauh sebelum kerajaan Majapahit terbukti adanya penyebaran oleh Syeikh Rukunuddin dari Sumatera sekitat abad 7 M.
“InsyaAllah trilogi adat ini bisa menjadi salah satu resolusi khususnya persoalan radikalisme dan sparatisme yang mengancam bangsa serta negara Indonesia,” kata Kabinda NTB.
Silaturrohim Lombok Mercusuar yang dipandu Sekjen Laskar Sasak berlangsung penuh kekeluargaan. H. Lalu Imam Hambali yang juga Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam menekankan jati diri Sasak harus tetap dipertahankan dan mulai dari pendidikan keluarga dan generasi muda. “Tidak ada kata terlambat dan kita mulai dari Keluarga,” tegasnya.
Tokoh Sasak, Ir H. Lalu Anas Amrullah juga melihat potensi generasi muda dan generasi milenial harus dicari pola komunikasi yang tepat untuk mengkokohkan budaya. “Generasi sekarang beda dengan yang dulu sehingga komunikasi yang tepat penting,” tegasnya.
Budayawan Sasak Dr Masnun Hambali melihat ucapan yang berkonseksensi hukum dan perbuatan yang berkonsekwensi peraturan. Ke depan perlu konvensi menjadi bagian penting untuk dikomunikasikan dengan berbagai pihak sambil mencontohkan kasus yang ditanganinya beberapa waktu lalu.
(msd)
Lihat Juga :