Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Pengidap Penyakit Jantung Tetap Bugar di Tengah Pandemi COVID-19, Begini Caranya

loading...
Pengidap Penyakit Jantung Tetap Bugar di Tengah Pandemi COVID-19, Begini Caranya
Pengidap penyakit jantung perlu menerapkan protokol kesehatan ketat, istirahat cukup dan orahraga teratur agar tetap bugar di tengah pandemi COVID-19. Foto/Ist
MANADO - Pengidap penyakit jantung perlu menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat, istirahat cukup dan orahraga teratur agar tetap bugar di tengah pandemi COVID-19 .

Baca juga: 5 Manfaat Kesehatan dari Jalan Kaki, Salah Satunya Menguatkan Jantung!

Langkah ini perlu dilakukan karena pasien penyakit jantung terdapat abnormalitas struktur, fungsi atau kekuatan jantung. Dengan demikian, tanpa terinfeksi virus Corona, kemampuan fisik pasien jantung sudah menurun dengan gejala seperti, nyeri dada dan sesak napas termasuk jantung berdebar.

Baca juga: Cerdiknya Kacab Cantik Bank Mega, 6 Tahun Sukses Bobol Deposito Nasabah Rp62 Miliar



Dokter spesialis jantung dari Siloam Hospitals Manado, dr Marshell Luntungan Sp.JP mengatakan, selain menerapkan prokes, pengidap jantung agar terhindar dari paparan virus Corona perlu dengan beristirahat yang cukup, olahraga teratur dan rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi, yakni sekitar pukul 08.00 hingga pukul 10.00.

"Termasuk mengontrol berat badan ideal, melalui asupan nutrisi, buah dan kurangi konsumsi garam," tutur Marshel Luntungan saat Edukasi Kesehatan Zoom Webinar bertajuk "Manajemen Penyakit Jantung saat Pandemi dan Vaksinasi COVID-19 pada Pasien Jantung" yang diselenggarakan Manajemen Siloam Hospitals Manado, Sulawesi Utara, dikutip Minggu (9/5/2021).

Pencegahan lainnya melalui konsumsi obat jantung secara teratur dan tetap bergembira agar imun tubuh terjaga.

"Istirahat sekitar 6-8 jam, berolahraga sekitar 1 jam dan tetap jaga diri dari stres. Tingkatkan imun tubuh melalui rasa senang dan nyaman. Gembira kan hati dengan melakukan hal yang positif dan bermanfaat," imbuh Marshel.

Dia menjelaskan bahwa pasien penyakit jantung apabila terpapar virus Corona, umumnya biasanya akan merasakan demam yang akan menyebabkan metabolisme meningkat, kebutuhan akan oksigen bertambah, batuk dan produksi lendir pada saluran napas yang membuat tubuh semakin lemah.

"Virus Sars-Cov2 ini masuk ke dalam sel melalui receptor ACE2. Receptor ini juga banyak terdapat pada organ Jantung dan lapisan endotel pembuluh darah," tuturnya.



Tindakan yang perlu dilakukan lainnya, yakni melakukan suntik vaksin COVID-19 untuk penderita penyakit gagal jantung kronik yang dalam keadaan stabil atau tanpa gejala dalam 3 bulan terakhir. Vaksinasi juga boleh dilakukan untuk penderita jantung kotoner Post-procedure PC1/ CABG tanpa gejala dalam 3 bulan terakhir, serta penderita hipertensi tanpa gejala dan tekanan darah terkontrol 180/100 mmhg.

Sedangkan penderita jantung yang masih bergejala seperti sesak napas, dan nyeri dada atau keterbatasan beraktifitas dikarenakan mudah lelah, kaki bengkak dan lainnya dalam kurun waktu 3 bulan terakhir belum bisa vaksinasi. "Tidak diberikan vaksin COVID-19 dahulu. Sampai tersedia data keamanan uji klinis," sarannya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top