Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Dukung Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Unusa Terapkan Program Mayor Minor

loading...
Dukung Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Unusa Terapkan Program Mayor Minor
Mahasiswa lintas prodi Unusa mengikuti uji coba pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di Perpustakaan Unusa Surabaya, Jawa Timur, Jumat (07/5/2021). Foto/SINDONews/Ali Masduki
SURABAYA - Mendukung pelaksanaan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ( Unusa ) mempersiapkan program belajar mayor-minor.

Program ini akan diberlakukan di Fakultas Ekonomi Bisnis Teknologi Digital (FEB-TD) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa.

Melalui program ini, mahasiswa bisa mengikuti atau mengambil mata kuliah yang ada di program studi lain.

Sebagai informasi, FEB-TD adalah penggabungan dua fakultas sebelumnya, dari Fakultas Ekonomi Bisnis dan Fakultas Teknik.



Wakil Rektor I Unusa, Prof. Kacung Marijan PhD menjelaskan, program belajar mayor-minor adalah bagian untuk mendukung program dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam penerapan MBKM.

Dalam program ini, mahasiswa non kesehatan, misalnya, bisa mempelajari mata kuliah dari program studi lain. "Mahasiswa bisa mengambil program mayor-minor, sejak semester 3," kata Kacung Marijan, Jumat (7/5).

Dalam mengikuti program mayor-minor, mahasiswa tidak dibedakan ketika mengikuti mata kuliah minor yang dipilih. Mahasiswa tetap dalam satu kelas yang sama dengan mahasiswa lain.

"Jadi mahasiswa prodi Akuntansi yang mengikuti mata kuliah prodi Sistem Informasi, akan dijadikan satu dengan mahasiswa sistem informasi tersebut," jelas ayah tiga anak ini.

Menurut pria kelahiran Lamongan, 25 Maret 1964, program ini akan ditawarkan ke mahasiswa yang ingin mempelajari mata kuliah program studi lain, khususnya di lingkungan FKIP dan FEB-TD.

"Misalnya, mahasiswa Akuntansi ingin mempelajari mata kuliah atau kompetensi yang ada pada sistem informasi itu bisa dilakukan," jelasnya.



Program mayor-minor ini memiliki sifat tidak wajib untuk diambil oleh mahasiswa. Jika mahasiswa tidak ingin mengambil program tidak masalah.

"Jadi mereka akan menekuni atau memiliki keahlian mayor saja, tanpa adanya keahlian minor atau mata kuliah di program studi lain," beber Kacung.

Kacung Marijan menambahkan, mahasiswa yang ikut program ini bisa mengikuti mata kuliah (minor) mulai tingkatan dasar hingga membuat mahasiswa ini bisa dikatakan mahir dalam kompetensi minor tersebut.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top