Tak Ingin Seperti India, Wagub Emil Imbau Masyarakat Tak Lengah Hadapi Pandemi COVID-19
Selasa, 04 Mei 2021 - 07:44 WIB
loading...
A
A
A
Masih dalam data yang sama, sebut Emil Dardak, Jatim menduduki posisi tertinggi dalam kontribusi kumulatif angka kematian sebanyak 10.716 kasus. Melihat tren kasus di Jatim yang masih relatif landai, Emil menegaskan, bahwa perlunya ada pengawasan kegiatan masyarakat saat ini. “Pak Menhub tadi juga mengimbau bahwa aktivitas masyarakat ini perlu diwaspadai,” ucapnya.
Selain itu, terang Emil, meningkatnya tren kasus positif di beberapa daerah seperti di Jawa Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jambi, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Sumatera Selatan dan Lampung yang bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya aktivitas belanja menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. “Perlu ada satu proses monitoring dan tindakan tegas serta penertiban apabila terjadi kerumunan-kerumunan yang melebihi batasan PPKM,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, semua pihak harus patuh terhadap protokol kesehatan agar tidak ada lonjakan kasus seperti di India. “Kita tidak mau ada lonjakan atau tsunami seperti yang ada di negara-negara lain. Oleh karena itu, melalui rakor ini saya berharap kita bisa menyelaraskan narasi untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak mudik,” katanya.
Selain itu, terang Emil, meningkatnya tren kasus positif di beberapa daerah seperti di Jawa Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jambi, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Sumatera Selatan dan Lampung yang bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya aktivitas belanja menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. “Perlu ada satu proses monitoring dan tindakan tegas serta penertiban apabila terjadi kerumunan-kerumunan yang melebihi batasan PPKM,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, semua pihak harus patuh terhadap protokol kesehatan agar tidak ada lonjakan kasus seperti di India. “Kita tidak mau ada lonjakan atau tsunami seperti yang ada di negara-negara lain. Oleh karena itu, melalui rakor ini saya berharap kita bisa menyelaraskan narasi untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak mudik,” katanya.
(msd)
Lihat Juga :