Tak Ingin Seperti India, Wagub Emil Imbau Masyarakat Tak Lengah Hadapi Pandemi COVID-19
Selasa, 04 Mei 2021 - 07:44 WIB
loading...
Wagub Jawa Timur Emil Dardak.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kelonggaran protokol kesehatan, utamanya soal pelarangan mudik. Hal itu dikhawatirkan bisa memicu lonjakan angka positif COVID-19 hingga penyebaran virus varian baru.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak meminta masyarakat Jatim agar tidak lengah. Kendati di Jatim sendiri belum memperlihatkan adanya kenaikan kasus. “Mungkin Jatim belum memperlihatkan lonjakan kasus. Khawatirnya nanti terjadi lonjakan seperti di negara lain, seperti di India,” kata Emil Dardak usai menghadiri Rakor Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan COVID-19 di Gedung Negara Grahadi, Senin (3/5/2021).
Menurut Emil sapaan lekatnya, Jatim perlunya meningkatkan kewaspadaan dalam mengontrol dan menekan penyebaran serta penularan kasus COVID-19. “Kita harus waspada. Tetap langkah kongkritnya adalah dengan mengantisipasi arus mudik ini. Karena pada esensinya, walaupun pembatasan mulai tanggal 6-17 Mei 2021, arus mudik sebelum tanggal tersebut juga harus diantisipasi,” ujar Emil.
Berdasarkan data Satgas COVID-19 per 2 Mei 2021, prosentase kasus aktif nasional menunjukkan tren penurunan sebanyak -1,43%. Sedangkan pada prosentase angka kesembuhan dan kematian menunjukkan tren kenaikan yang masing masing berada dalam prosentase +1,42 % dan +0,01 %.
Sementara angka kumulatif kasus aktif di Jatim sendiri sebanyak 1.756 kasus. Dimana posisinya tidak berada dalam kategori 10 provinsi kasus kumulatif aktif terbesar. Sedangkan untuk kumulatif angka kesembuhan tiap provinsi, Jatim berada pada angka 135.711 kasus yang menduduki peringkat 4 kategori kasus sembuh terbanyak.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak meminta masyarakat Jatim agar tidak lengah. Kendati di Jatim sendiri belum memperlihatkan adanya kenaikan kasus. “Mungkin Jatim belum memperlihatkan lonjakan kasus. Khawatirnya nanti terjadi lonjakan seperti di negara lain, seperti di India,” kata Emil Dardak usai menghadiri Rakor Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan COVID-19 di Gedung Negara Grahadi, Senin (3/5/2021).
Menurut Emil sapaan lekatnya, Jatim perlunya meningkatkan kewaspadaan dalam mengontrol dan menekan penyebaran serta penularan kasus COVID-19. “Kita harus waspada. Tetap langkah kongkritnya adalah dengan mengantisipasi arus mudik ini. Karena pada esensinya, walaupun pembatasan mulai tanggal 6-17 Mei 2021, arus mudik sebelum tanggal tersebut juga harus diantisipasi,” ujar Emil.
Berdasarkan data Satgas COVID-19 per 2 Mei 2021, prosentase kasus aktif nasional menunjukkan tren penurunan sebanyak -1,43%. Sedangkan pada prosentase angka kesembuhan dan kematian menunjukkan tren kenaikan yang masing masing berada dalam prosentase +1,42 % dan +0,01 %.
Sementara angka kumulatif kasus aktif di Jatim sendiri sebanyak 1.756 kasus. Dimana posisinya tidak berada dalam kategori 10 provinsi kasus kumulatif aktif terbesar. Sedangkan untuk kumulatif angka kesembuhan tiap provinsi, Jatim berada pada angka 135.711 kasus yang menduduki peringkat 4 kategori kasus sembuh terbanyak.
Lihat Juga :