Mayat yang Dikerubungi Belatung di JLS Tulungagung, Ternyata Dibunuh Teman Sendiri
Senin, 03 Mei 2021 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi jasad warga Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat itu sudah busuk. Belatung merubung nyaris sekujur jasad. Termasuk bagian muka juga digerogoti. Menurut Handono, motif aksi pembunuhan tersebut diduga karena sakit hati. SW tersinggung dengan omelan kasar korban yang baru saja kalah berjudi.
"Motifnya tersinggung ucapan kasar, korban kemudian dibunuh ," papar Handono. Korban yang sejak berpisah dengan istrinya, memilih bertempat tinggal di Malang, Jawa Timur. Said bekerja sebagai sales bahan kue. Ceritanya, pada Jumat (23/4/2021), korban dan pelaku berboncengan motor ke Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek.
Baca juga: Hendak Racun Polisi Beristri yang Dicintainya, Wanita Cantik Pengirim Takjil Terancam Hukuman Mati
Korban berjudi dan kalah sampai Rp1 juta. Pada Sabtu (24/4/2021), keduanya memutuskan kembali ke Malang. Saat itu dini hari. Karena masih kesal dengan kekalahannya, sepanjang jalan korban terus ngomel. Pelaku juga menjadi sasaran omelan . Dengan alasan ingin kencing, pelaku meminta korban mampir ke JLS.
"Saat berhenti korban tiba-tiba diserang oleh pelaku," terang Handono. Tiga kali pukulan bersarang ke leher. Korban yang tidak siap, gagal menghindar. Ia terjungkal. Sebelum bangkit, sebongkah batu yang diperkirakan seberat 20 kilogram menghantam kepalanya .
Baca juga: Kecewa Larangan Mudik, Warga Pulau Sumatera Memilih Pulang Kampung Lebih Awal
"Motifnya tersinggung ucapan kasar, korban kemudian dibunuh ," papar Handono. Korban yang sejak berpisah dengan istrinya, memilih bertempat tinggal di Malang, Jawa Timur. Said bekerja sebagai sales bahan kue. Ceritanya, pada Jumat (23/4/2021), korban dan pelaku berboncengan motor ke Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek.
Baca juga: Hendak Racun Polisi Beristri yang Dicintainya, Wanita Cantik Pengirim Takjil Terancam Hukuman Mati
Korban berjudi dan kalah sampai Rp1 juta. Pada Sabtu (24/4/2021), keduanya memutuskan kembali ke Malang. Saat itu dini hari. Karena masih kesal dengan kekalahannya, sepanjang jalan korban terus ngomel. Pelaku juga menjadi sasaran omelan . Dengan alasan ingin kencing, pelaku meminta korban mampir ke JLS.
"Saat berhenti korban tiba-tiba diserang oleh pelaku," terang Handono. Tiga kali pukulan bersarang ke leher. Korban yang tidak siap, gagal menghindar. Ia terjungkal. Sebelum bangkit, sebongkah batu yang diperkirakan seberat 20 kilogram menghantam kepalanya .
Baca juga: Kecewa Larangan Mudik, Warga Pulau Sumatera Memilih Pulang Kampung Lebih Awal
Lihat Juga :