Nekat Masuk Surabaya saat Larangan Mudik, Siap-siap Rogoh Kocek Rp1,5 Juta
Senin, 03 Mei 2021 - 17:42 WIB
loading...
Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Para pemudik yang memaksa dan sembunyi-sembunyi masuk Kota Surabaya, harus berhadapan dengan petugas yang akan langsung membawa mereka ke tempat karantina COVID-19 di Asrama Haji Surabaya. Sementara mereka yang memakai kendaran pribadi akan diarahkan untuk putar balik .
Baca juga: 3 Hari Jelang Larangan Mudik Lebaran, Tol Cipali Dipadati Kendaraan Pemudik
Para pemudik juga harus siap-siap merogoh kocek sendiri per hari Rp300 ribu selama masa karantina di Asrama Haji Surabaya. Proses karantina sendiri dilakukan minimal lima hari. Sehingga para pemudik harus menyiapkan setidaknya Rp1,5 juta.
"Biaya itu harus dibayar para pemudik . Kami tidak menanggung biaya karantina di Asrama Haji," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara, Senin (3/5/2021). Baca juga: Kecewa Larangan Mudik, Warga Pulau Sumatera Memilih Pulang Kampung Lebih Awal
Baca juga: 3 Hari Jelang Larangan Mudik Lebaran, Tol Cipali Dipadati Kendaraan Pemudik
Para pemudik juga harus siap-siap merogoh kocek sendiri per hari Rp300 ribu selama masa karantina di Asrama Haji Surabaya. Proses karantina sendiri dilakukan minimal lima hari. Sehingga para pemudik harus menyiapkan setidaknya Rp1,5 juta.
"Biaya itu harus dibayar para pemudik . Kami tidak menanggung biaya karantina di Asrama Haji," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara, Senin (3/5/2021). Baca juga: Kecewa Larangan Mudik, Warga Pulau Sumatera Memilih Pulang Kampung Lebih Awal
Lihat Juga :