Ada Luka di Kepala, Mayat Berbelatung di Tulungagung Diduga Korban Pembunuhan

loading...
Ada Luka di Kepala, Mayat Berbelatung di Tulungagung Diduga Korban Pembunuhan
Mayat laki laki dengan kondisi berbelatung yang ditemukan di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, diduga korban pembunuhan. Ilustrasi/SINDOnews
TULUNGAGUNG - Mayat laki laki dengan kondisi berbelatung yang ditemukan di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, diduga korban pembunuhan .

Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto yang saat ini berusaha keras melakukan pengungkapan, membenarkan hal itu. "Iya, ada indikasi pembunuhan ," ujar Handono kepada wartawan.

Di lokasi yang berjarak sekitar lima meter dari bahu jalan arah pantai selatan Gemah. Jasad laki laki dengan kondisi busuk itu, ditemukan seorang pencari rumput, Selasa (27/4).
Pada tubuhnya yang digerogoti belatung melekat kaos biru, jaket cokelat serta celana blue jeans. Dilihat dari perawakan, tingginya sekitar 160-165 cm. Sepasang sandal karet warna hitam teronggok di dekatnya.

Sesuai hasil scan finger print pada sidik jari jenazah, laki laki yang ditaksir sudah meninggal 4-5 hari itu, diketahui bernama Said Lupriadi (45) warga Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Yang bersangkutan telah berpisah dengan istrinya, dan saat ini bertempat tinggal di Malang, Jawa Timur. Dari hasil penelusuran diketahui Said bekerja sebagai sales bahan kue di wilayah Malang.



Menurut Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Christian Kosasih, hasil otopsi mengungkap adanya luka pada kepala dan wajah korban yang diduga tanda kekerasan. "Ditemukan tanda bekas kekerasan," kata Christian.

Saat ini jenazah telah diterima pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan di Malang. Dari keterangan yang dihimpun, sejumlah barang berharga milik Said, yakni sepeda motor, dompet yang diperkirakan berisi uang tunai Rp 1 juta dan hand phone, diduga juga lenyap. "Kemungkinan ada indikasi perampokan," tambah Christian. Baca: Lurah di Jombang Keluarkan Surat Minta THR ke Para Pengusaha.

Menurut keterangan saksi yang mengaku teman korban, pada 21 April atau enam hari sebelum ditemukan tewas, dirinya masih bertemu korban. Saksi mengatakan pernah diajak korban ke Pantai Prigi Trenggalek untuk menemui salah seorang teman korban. Teman yang ditemui seorang pedagang bakso keliling. Saat masih tinggal di Madura, korban diketahui pernah berdagang bakso di Madura.

Christian mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan. Semua pihak yang mengetahui dan kenal dengan korban, yakni termasuk rekan korban, saat ini masih dimintai keterangan. Baca Juga: Lecehkan Tragedi Gugurnya 53 Prajurit KRI Nanggala-402, Warga Tulungagung Diburu Polisi.

Semuanya diperiksa sebagai saksi. "Saat ini kita masih melakukan pengembangan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi," pungkasnya.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top