74 WNI ABK MV Princess Terkatung-katung di Pelabuhan Manila

Kamis, 21 Mei 2020 - 21:43 WIB
loading...
74 WNI ABK MV Princess...
Situasi di atas dek MV Princess yang tidak lagi menerima penumpang sejak dua bulan lalu. Foto/dok.pribadi
A A A
JAKARTA - Sebanyak 74 warga negara Indonesia ( WNI ) terjebak di kapal pesiar MV Princess akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Para anak buah kapal (ABK) itu tertahan di Pelabuhan Manila, Filipina, sejak sebulan lalu dan hingga kini belum memperoleh kepastian kapan akan diberangkatkan ke Indonesia.

”Belum jelas kapan akan dipulangkan ke Indonesia,” tutur AW, salah satu kru kapal pesiar milik Grup Carnival yang berbasis di Florida, Amerika Serikat itu kepada SINDOnews, Kamis (21/5/2020) malam.

(Baca: Lagi, ABK Indonesia di Kapal China Dilarung ke Laut, Menlu: Masih Diselidiki)

AW mengungkapkan, MV Princess ke Filipina dalam rangka mengantarkan ABK yang berasal dari negara tersebut, setelah memutuskan untuk tidak lagi menerima penumpang sejak dua bulan lalu. Sayangnya, sudah mendekati sebulan urusan sekitar 314 ABK asal Filipina sendiri belum kelar.

Menurut dia, seluruh protokol COVID-19 telah dilalui ABK dari Filipina mulai rapid test hingga tes swab sejak kapal sandar. Namun sampai hari ini baru 100 dari 314 ABK Filipina yang telah memperoleh sertifikat kesehatan sebagaimana disyaratkan pemerintah setempat. Itu pun, mereka belum boleh turun dari kapal.

(Baca: WNI ABK Kapal MV Dream Explorer Tiba di Jakarta)

Akibatnya, kru kapal dari negara lain terkatung-katung, termasuk dari Indonesia. AW memperoleh informasi bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila telah mengirimkan surat ke kantor pusat perusahaannya. Hanya belum ada respons sampai sekarang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
Polda Metro Jaya Hentikan...
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Kematian Arya Daru Pangayunan
Keluarga Arya Daru Mempertanyakan...
Keluarga Arya Daru Mempertanyakan Alasan Polisi Tak Ungkap Luka Memar di Dada Akibat Benda Tumpul
Terungkap! Arya Daru...
Terungkap! Arya Daru dan Vara Check-in di Hotel Sebanyak 24 Kali
Keluarga Arya Daru Minta...
Keluarga Arya Daru Minta Polisi Buka Hal Privasi: Tak Perlu Ditutup-tutupi!
Hadirkan Layanan Publik...
Hadirkan Layanan Publik Berkualitas, BSKDN Kemendagri Susun Standar Pelayanan
4 WNI ABK Disandera...
4 WNI ABK Disandera Perompak Somalia, Menteri P2MI Koordinasi dengan Kemlu untuk Pembebasan
KJRI Johor Bahru Bantu...
KJRI Johor Bahru Bantu Biayai Deportasi 90 PMI dari Malaysia ke Batam
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Rekomendasi
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved