7 KRI dan Kapal Singapura-Malaysia Manuver di Selat Bali Ada Apa?
Senin, 26 April 2021 - 21:13 WIB
loading...
A
A
A
Namun terpantau sesaat setelah KRI Soeharso 990 berlabuh beberapa anggota TNI AL terlihat membawa dari dalam KRI Soeharso 990 sejumlah kardus dan tas yang kemudian dimasukan kedalam mobil ambulans milik TNI AL.
Terpantau juga selain melakukan pembekalan dengan mengisi bahan bakar juga menerima suplai obat – obatan dan barang lainnya yang dimasukan ke dalam KRI Soeharso 990 yang menjadi markas komando evakuasi awak dan Kapal Selam TNI AL KRI Nanggala 402.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan akan berkoordinasi dengan International Submarine Escape And Rescue Leaison Office (ISMERLO) berkaitan dengan langkah selanjutnya terhadap KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali. Hal ini disampaikannya setelah kapal selam KRI Nanggala-402 ditemukan di kedalaman 838 meter di selatan tempat tenggelam pertama kali.
Baca: Awak KRI Nanggala 402 Keluarkan Baju Penyelamat, Tapi Tak Sempat Dipakai
“Selanjutnya pemerintah Indonesia akan berkoordinasi dengan ISMERLO untuk mengupayakan langkah selanjutnya. Hal ini diperlukan karena untuk mengevakuasi KRI Nanggala 402 tentunya diperlukan kerjasama internasional,” katanya, Minggu (25/4/2021)
Terpantau juga selain melakukan pembekalan dengan mengisi bahan bakar juga menerima suplai obat – obatan dan barang lainnya yang dimasukan ke dalam KRI Soeharso 990 yang menjadi markas komando evakuasi awak dan Kapal Selam TNI AL KRI Nanggala 402.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan akan berkoordinasi dengan International Submarine Escape And Rescue Leaison Office (ISMERLO) berkaitan dengan langkah selanjutnya terhadap KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali. Hal ini disampaikannya setelah kapal selam KRI Nanggala-402 ditemukan di kedalaman 838 meter di selatan tempat tenggelam pertama kali.
Baca: Awak KRI Nanggala 402 Keluarkan Baju Penyelamat, Tapi Tak Sempat Dipakai
“Selanjutnya pemerintah Indonesia akan berkoordinasi dengan ISMERLO untuk mengupayakan langkah selanjutnya. Hal ini diperlukan karena untuk mengevakuasi KRI Nanggala 402 tentunya diperlukan kerjasama internasional,” katanya, Minggu (25/4/2021)
(sms)
Lihat Juga :