Imbau Salat Ied di Rumah Saja, Sutiaji: Kami Tak Larang Ibadah
Kamis, 21 Mei 2020 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
Pertama, mengikuti arahan pemerintah untuk melaksanakan salat Ied di rumah saja; Kedua, juga ada yang menyampaikan harapannya untuk tetap bisa melakukan salat ied dengan memberlakukan protokol kesehatan, atau meminta Wali Kota Malang untuk mengeluarkan Surat Edaran yang melarang secara tegas.
Berkenaan dengan hal tersebut, Sutiaji menyatakan dengan tegas bahwa Pemkot Malang tidak akan memgeluarkan regulasi baru yang sifatnya melarang. "Kami sudah ada Perwal No. 17/2020 tentang PSBB Kota Malang , berkaitan dengan kegiatan dan atau aktivitas ibadah dengan jamaah diperbolehkan asalkan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, dan penyelenggara bertanggung jawab sepenuhnya dalam pelaksanaannya," ujarnya.
Namun demikian, Sutiaji lebih menekankan bahwa salat Ied tersebut sangat diimbau tidak digelar serta meminta agar masyarakat tidak melakukan takbir bersama, dan meniadakan acara halal bi halal yang berpotensi untuk mengumpulkan banyak massa, dalam rangka mengurangi penyebaran COVID-19 .
Sementara Takmir Masjid Agung Kota Malang , KH. Zaenudin mengungkapkan, pada Idul Fitri tahun ini rencannya tetap akan digelar salat Ied, namun dengan pembatasan ketat sesuai protokol kesehatan.
"Kami rencananya tetap menggelar salat Ied, namun dibatasi secara ketat. Kalau biasanya pesertanya bisa meluber sampai di kawasan Alun-alun Merdeka, dan Kayu Tangan, dengan jumlah sekitar 35 ribu. Tahun ini kita hanya memaksimalkan kapasitas masjid yang bisa menampung tidak sampai 1.000 orang saja. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," ungkapnya.
Berkenaan dengan hal tersebut, Sutiaji menyatakan dengan tegas bahwa Pemkot Malang tidak akan memgeluarkan regulasi baru yang sifatnya melarang. "Kami sudah ada Perwal No. 17/2020 tentang PSBB Kota Malang , berkaitan dengan kegiatan dan atau aktivitas ibadah dengan jamaah diperbolehkan asalkan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, dan penyelenggara bertanggung jawab sepenuhnya dalam pelaksanaannya," ujarnya.
Namun demikian, Sutiaji lebih menekankan bahwa salat Ied tersebut sangat diimbau tidak digelar serta meminta agar masyarakat tidak melakukan takbir bersama, dan meniadakan acara halal bi halal yang berpotensi untuk mengumpulkan banyak massa, dalam rangka mengurangi penyebaran COVID-19 .
Sementara Takmir Masjid Agung Kota Malang , KH. Zaenudin mengungkapkan, pada Idul Fitri tahun ini rencannya tetap akan digelar salat Ied, namun dengan pembatasan ketat sesuai protokol kesehatan.
"Kami rencananya tetap menggelar salat Ied, namun dibatasi secara ketat. Kalau biasanya pesertanya bisa meluber sampai di kawasan Alun-alun Merdeka, dan Kayu Tangan, dengan jumlah sekitar 35 ribu. Tahun ini kita hanya memaksimalkan kapasitas masjid yang bisa menampung tidak sampai 1.000 orang saja. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," ungkapnya.
(eyt)
Lihat Juga :