Lukai NU, Pimpinan DPRD Jatim Minta Kemendikbud Tarik Kamus Sejarah Indonesia

Senin, 19 April 2021 - 23:31 WIB
loading...
Lukai NU, Pimpinan DPRD...
Wakil Ketua DPRD Jatim, Anik Maslachah. Foto/Dok
A A A
SURABAYA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru saja menerbitkan Kamus Sejarah Indonesia (KSI) terdiri atas dua jilid. Jilid I Nation Formation (1900-1950) dan Jilid II Nation Building (1951-1998).

Baca juga: Tokoh Pendiri NU Hilang dalam Kamus Sejarah Indonesia, Ini Klarifikasi Kemendikbud

Pada sampul Jilid I terpampang foto Hadratus Syech Hasyim Asy'ari . Namun, pendiri NU itu justru tidak ditulis nama dan perannya dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Hal yang sama terjadi pada Jilid II, tidak ada ulasan tentang Presiden ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Padahal sejumlah tokoh lain yang kontroversial justru ada dalam KSI.



Fakta itu memantik kekecewaan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah. Menurut Anik, ini adalah bentuk diskriminasi dan pelecehan pada kaum santri dan NU, karena secara tidak langsung menghilangkan rekam jejak santri dalam perjuangan kemerdekaan.

Baca juga: Pasuruan Gempar, Remaja 19 Tahun Tewas Dipukul Bom Ikan Orang Tak Dikenal

"Ini sama dengan pelecehan terhadap NU , kiai dan kaum santri. Kami minta Mendibud Nadiem Makarim minta maaf secara terbuka dan menarik kamus yang sudah diterbitkan, untuk direvisi dan disempurnakan," tegas Anik Maslachah, Senin (19/4/2021) malam.

Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur ini mengingatkan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawanya . Tidak akan ada resolusi jihad yang menjadi embrio perlawanan pada penjajah tanpa KH. Hasyim Asy'ari yang menggerakkan santrinya kala itu.

Ia melanjutkan, pun juga tidak akan ada peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya, tanpa adanya resolusi jihad yang sudah mendapat dilegitimasi dari negara dengan ditetapkannya menjadi hari besar nasional.

Baca juga: Gunungkidul Gempar, Usai Takziah Warga Satu Dusun Positif COVID-19

Begitupun hampir semua orang sedunia tahu bagaimana perjuangan Gus Dur , yang tidak hanya bapak bangsa tapi menjadi pejuang humanisme dan pluralisme sedunia yang tentu membawa harum nama Bangsa Indonesia.

"Kalau kemudian dalam Kamus Sejarah Indonesia 1 dan 2 terbitan Kemendikbud tidak dimuat fakta-fakta sejarah berikut tokoh pelaku sejarahnya. Ini sama halnya melukai kaum santri yang sudah berjuang dalam kemerdekaan. Itu sama halnya tidak menghargai jasa para pahlawan," ujar Anik.

Baca juga: Gempar Ibu Muda Cantik Melahirkan di Pembalut, Penolongnya Wanita Hamil Tua

Penasehat Fraksi PKB DPRD Jatim ini menyesalkan kemendikbud yang harusnya memberikan pendidikan yang benar, justru malah sebaliknya. Anik juga minta ada proses investigasi di internal Kemendikbud. Apakah ini terjadi karena kesengajaan atau kealpaan.

"Kasus seperti ini sering terjadi, kami berharap ada investigasi di internal . Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Kami berharap kejadian ini menjadi yang terakhir," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peringati HSN 2025,...
Peringati HSN 2025, Cak Imin Bertekad Jadikan Santri Mercusuar Peradaban
Kiai Muda Jatim dan...
Kiai Muda Jatim dan Yayasan Al-Hasyim Indonesia Gelar Haul Mbah Hasyim
Misteri Kerajaan Kanjuruhan,...
Misteri Kerajaan Kanjuruhan, Tertua di Jatim dan Berlokasi di Malang
Rumah Kayu di Pacitan,...
Rumah Kayu di Pacitan, Saksi Bisu Perang Gerilya Jenderal Sudirman
Miris! Benteng Legok...
Miris! Benteng Legok Jawa Hancur Tak Terawat jadi Sasaran Pemburu Harta Karun
6 Nisan Kuno di Pasar...
6 Nisan Kuno di Pasar 16 Ilir Hebohkan Warga, Diduga Dari Kesultanan Palembang
Ucapkan Selamat Hari...
Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional, Prabowo: Kita Tidak Boleh Lupa Resolusi Jihad
Mereka yang Bersuara...
Mereka yang Bersuara soal Polemik Penulisan Ulang Sejarah, Puan Ingatkan Prinsip Jas Merah
Sejarah Hari Sumpah...
Sejarah Hari Sumpah Pemuda dan Mengenal 3 Lokasi Historisnya
Rekomendasi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Gol Messi Bawa Argentina...
Gol Messi Bawa Argentina Unggul atas Aljazair di Babak Pertama
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Berita Terkini
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved