Lukai NU, Pimpinan DPRD Jatim Minta Kemendikbud Tarik Kamus Sejarah Indonesia
Senin, 19 April 2021 - 23:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pasuruan Gempar, Remaja 19 Tahun Tewas Dipukul Bom Ikan Orang Tak Dikenal
"Ini sama dengan pelecehan terhadap NU , kiai dan kaum santri. Kami minta Mendibud Nadiem Makarim minta maaf secara terbuka dan menarik kamus yang sudah diterbitkan, untuk direvisi dan disempurnakan," tegas Anik Maslachah, Senin (19/4/2021) malam.
Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur ini mengingatkan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawanya . Tidak akan ada resolusi jihad yang menjadi embrio perlawanan pada penjajah tanpa KH. Hasyim Asy'ari yang menggerakkan santrinya kala itu.
Ia melanjutkan, pun juga tidak akan ada peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya, tanpa adanya resolusi jihad yang sudah mendapat dilegitimasi dari negara dengan ditetapkannya menjadi hari besar nasional.
Baca juga: Gunungkidul Gempar, Usai Takziah Warga Satu Dusun Positif COVID-19
"Ini sama dengan pelecehan terhadap NU , kiai dan kaum santri. Kami minta Mendibud Nadiem Makarim minta maaf secara terbuka dan menarik kamus yang sudah diterbitkan, untuk direvisi dan disempurnakan," tegas Anik Maslachah, Senin (19/4/2021) malam.
Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur ini mengingatkan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawanya . Tidak akan ada resolusi jihad yang menjadi embrio perlawanan pada penjajah tanpa KH. Hasyim Asy'ari yang menggerakkan santrinya kala itu.
Ia melanjutkan, pun juga tidak akan ada peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya, tanpa adanya resolusi jihad yang sudah mendapat dilegitimasi dari negara dengan ditetapkannya menjadi hari besar nasional.
Baca juga: Gunungkidul Gempar, Usai Takziah Warga Satu Dusun Positif COVID-19
Lihat Juga :