Mudik Dilarang Tetapi Wisata Tetap Buka, Bagaimana Kontrol Kerumunan?

Minggu, 18 April 2021 - 10:53 WIB
loading...
Mudik Dilarang Tetapi...
Tempat wisata di berbagai kota akan tetap dibuka selama libur Lebaran nanti. Foto/Dok.SINDOnews/Aan Haryono
A A A
SURABAYA - Keputusan untuk melarang mudik sudah keluar dari pemerintah. Sementara sejumlah destinasi wisata mempersiapkan diri menyambut wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) menjelang dan saat libur Lebaran nanti.

Baca juga: Tidak Mudik, Pengendalian Diri yang Berbuah Berkah

Dosen D3 Pariwisata Universitas Airlangga, Novianto Edi Suharno menuturkan, pada dasarnya destinasi wisata jumlah pengunjungnya relatif bisa dikontrol dan cenderung berpotensi menjadi tempat kerumunan. "Makanya harus ada kontrol pengunjung dan menerapkan prokes serta pengawasan yang ketat," kata Novianto, Minggu (18/4/2021).



Ia melanjutkan, pembukaan destinasi wisata juga bagian dari kebijakan pemerintah kabupaten/kota dengan pertimbangan kondisi lingkungan. Apalagi selama pandemi COVID-19 sektor wisata terjun bebas.

Terkait pembukaan tempat wisata itu, Novianto menekankan controlling. Menurutnya, langkah preventif untuk penularan penyebaran virus juga harus ada upaya kontrol dari pengelola destinasi wisata .

Baca juga: Mojokerto Gempar, ASN Ngamuk Lawan Satpol PP Saat Penertiban Kerumunan Pengunjung Kafe

Ia membeberkan, ada beberapa hal bisa dilakukan seperti pengetatan pengawasan prokes . Kemudian ada carrying capacity. Sehingga, sektor ekonomi dan sektor kesehatan bisa berjalan beriringan. Dengan serentak mematuhi protokol kesehatan, ekonomi bisa pulih, rakyat sehat dan selamat.

Novianto juga menjelaskan secara luas mengenai pengetatan pengawasan prokes yakni menambah Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertugas mengawasi dan mengontrol melalui CCTV serta harus ada sanksi bagi yang melanggar.

Baca juga: Medan Mencekam, Minggu Dini Hari Ratusan Pemuda Bersenjata Terlibat Tawuran

Kemudian, katanya, penawaran kedua dari Novianto mengenai pembatasan jumlah pengunjung yakni pihak pengelola menentukan jumlah kuota dan durasi pengunjung yang masuk area wisata.

Euforia pengunjung yang melepas masker untuk mengabadikan eksistensinya di destinasi wisata bisa dianggap wajar apabila wisata bertempat outdoor dan pengunjung sesama keluarga inti. Sebab, risiko tempat wisata indoor jauh lebih besar daripada outdoor dengan sirkulasi udara yang baik.

Baca juga: Bukittinggi Gempar, Petugas Lapas, Pelajar, dan Napi Kompak Edarkan 10 Kg Ganja

Ia pun turut mengajak masyarakat untuk selalu menggunakan masker. Desain masker pun kini beragam dan menarik, serta bisa merefleksikan diri pemakai masker. "Tetap wajib mengunakan masker , karena masker sekarang juga didesain untuk menunjukkan identitas dan jati diri pemakainya. Karena itu jauh lebih menarik jika digunakan untuk foto di destinasi wisata," jelasnya.

Lebih lanjut, dia menekankan kesadaran dari masing-masing individu yang ingin berwisata untuk terus menjaga jarak. "Jangan lupa jaga jarak karena terkadang banyak yang tidak mengindahkan," ucapnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mikrobus Wisatawan Masuk...
Mikrobus Wisatawan Masuk Tebing di Jalur Bayah–Sawarna, Belasan Penumpang Luka
Berorientasi Global,...
Berorientasi Global, IPTI Perkuat Pendidikan Pariwisata
Wisata TN Komodo Ditutup...
Wisata TN Komodo Ditutup Akibat Cuaca Buruk, DPRD Manggarai Barat Minta Pemerintah Beri Dukungan Ekonomi ke Warga
Viral Video Parodi Turis...
Viral Video Parodi Turis Asing soal Uang Damai di Bali, Wisatawan Diminta Patuhi Aturan
Pentas Seni Bregada...
Pentas Seni Bregada Prajurit Nusantara Berpotensi Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Bupati Lampung Timur:...
Bupati Lampung Timur: Festival Way Kambas 2025 Gerakkan Ekonomi Rakyat
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
ANTX 2026 Perkuat Kolaborasi...
ANTX 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Pariwisata Nusantara
Tren Wisata 2026: Wisatawan...
Tren Wisata 2026: Wisatawan Indonesia Kini Pilih Destinasi Lewat 'Pengalaman Emosional' di Media Sosial
Rekomendasi
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Cut Meyriska dan Roger...
Cut Meyriska dan Roger Danuarta Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Imbas Kasus Hanania Travel
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Berita Terkini
Jelang Demo Mahasiswa...
Jelang Demo Mahasiswa BEM UI, Arus Lalu Lintas di Bundaran HI Masih Ramai Lancar
Kementerian HAM Kawal...
Kementerian HAM Kawal Penyelesaian Persoalan Tempat Ibadah Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga
Demo Mahasiswa, Polisi...
Demo Mahasiswa, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas hingga Kerahkan Ribuan Pasukan
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved