REI Jawa Timur Gandeng BSI Genjot Pembiayaan Syariah untuk Properti
Sabtu, 17 April 2021 - 14:12 WIB
loading...
DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur saat penandatanganan kerjasama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Region IX Surabaya dalam rangka penyediaan fasilitas pembiayaan pemilikan rumah.
A
A
A
SURABAYA - DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur (Jatim) berupaya mendorong pembiayaan syariah untuk produk properti yang dikembangkan developer di Jatim. Salah satunya dengan menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) Region IX Surabaya dalam rangka penyediaan fasilitas pembiayaan pemilikan rumah.
Ketua DPD REI Jatim Soesilo Effendy mengatakan, kerja sama dengan BS tersebut akan memberi alternatif bagi pengembang maupun konsumen dalam memilih pembiayaan khususnya produk properti.
Baca juga: Anggota Satpol PP Diringkus Saat Asyik Berhubungan Seks di Hotel dengan Selingkuhannya
Selama ini, kata dia, untuk pembelian properti sekitar 80% dilakukan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Artinya potensinya sangat besar. “Kami berharap langkah awal ini bisa segera diwujudkan dengan akad-akad pembiayaan di proyek-proyek yang dikembangkan anggota REI Jatim," katanya, Sabtu (17/4/2021).
Saat ini, imbuhnya, DPD REI Jatim memiliki 358 anggota yang terbagi dalam 9 komisariat. Dimana mereka memiliki sekitar 3.000 titik proyek yang tersebar di sejumlah daerah di Jatim.
Ketua DPD REI Jatim Soesilo Effendy mengatakan, kerja sama dengan BS tersebut akan memberi alternatif bagi pengembang maupun konsumen dalam memilih pembiayaan khususnya produk properti.
Baca juga: Anggota Satpol PP Diringkus Saat Asyik Berhubungan Seks di Hotel dengan Selingkuhannya
Selama ini, kata dia, untuk pembelian properti sekitar 80% dilakukan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Artinya potensinya sangat besar. “Kami berharap langkah awal ini bisa segera diwujudkan dengan akad-akad pembiayaan di proyek-proyek yang dikembangkan anggota REI Jatim," katanya, Sabtu (17/4/2021).
Saat ini, imbuhnya, DPD REI Jatim memiliki 358 anggota yang terbagi dalam 9 komisariat. Dimana mereka memiliki sekitar 3.000 titik proyek yang tersebar di sejumlah daerah di Jatim.
Lihat Juga :