Keren, Desa Tamiang Lamandau Mampu Sejahterakan Warganya dengan Kelola Kebun Sawit

Kamis, 15 April 2021 - 15:51 WIB
loading...
Keren, Desa Tamiang...
Bupati saat potong pantan dalam acara syukuran dan tapung tawar di Desa Tamiang beberapa waktu lalu.
A A A
NANGA BULIK - Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Hendra Lesmana mengaku bangga terhadap pencapaiaan Desa Tamiang, karena desa yang berada di Kecamatan Bulik ini mampu mengelola kebun kelapa sawit dengan profesional hingga dapat berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Desa Tamiang mengelola kebun kelapa sawit seluas 100 hektare yang diserahkan salah satu perusahaan besar swasta (PBS) sesuai Akta Perdamaian Putusan Pengadilan Negeri Nanga Bulik Nomor 1/Pdt/G/LH/2020/PN Ngb dan Surat Nomor 0217/PWP-LGL-JKT/VI/2020.

Lahan itu dikelola langsung oleh masyarakat melalui tim pengelola yang dibentuk Pemerintah Desa Tamiang melalui musyawarah desa pada Agustus 2020.

Hasilnya luar biasa, dalam enam bulan terakhir, tanaman kelapa sawit produktif di lahan yang mereka sebut sebagai kebun desa itu, Pemerintah Desa Tamiang kecipratan pemasukan bersih sebesar Rp1 miliar.

Bupati yang hadir langsung dalam acara syukuran dan tapung tawar di Desa Tamiang beberapa waktu lalu mengatakan, Desa Tamiang mendapat berkah dari pengelolaan kebun kelapa sawit tersebut.

Selain mendapatkan hasil yang sangat baik, kebun tersebut dikelola langsung oleh masyarakat Desa Tamiang. Artinya, kebun itu menjadi pembuka lapangan pekerjaan bagi warga Desa Tamiang.

Sebetulnya, sebut Hendra Lesmana, selain Desa Tamiang ada dua desa lain yang masuk kecamatan Lamandau yang mendapatkan limpahan kebun kelapa sawit itu. Kedua desa tersebut yakni Suja dan Bakonsu di Kecamatan Lamandau. Namun, pengelolaan kebun oleh kedua desa tersebut belum maksimal.

"Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Desa Suja. Usai jum'atan saya didatangi beberapa ibu rumah tangga warga setempat. Kata mereka, di bulan-bulan awal mereka dibagi hasilnya uang sekitar 300 ribu rupiah sampai 400 ribu rupiah dari hasil pengelolaan kebun desa itu. Namun dalam beberapa bulan terakhir ini mereka belum mendapatkannya," ujar Hendra yang hadir di Desa Tamiang untuk melantik pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari delapan desa di Kecamatan Bulik dan Kecamatan Belantikan Raya.

Dia sengaja menggelar pelantikan BPD di Desa Tamiang supaya desa lainnya bisa mengambil nilai positif dari setiap pengelolaan pemerintahan di desa ini demi tercapainya kesejahteraan masyarakat.

"Hadir tidak itu Kades Suja dan Kades Bakonsu. Mudah-mudahan bisa mencontoh Desa Tamiang," sebutnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengelola Kebun Desa Tamiang Edi Manto mengatakan, jika ditotal dengan operasional, uang yang didapat dari pengelolaan kebun desa dalam enam bulan terakhir ini mencapai Rp2 miliar.

Setiap bulan, penen yang dihasilkan dari Kebun Desa Tamiang sekitar 350 ton tandan buah segar (TBS). Bahkan, panen bulan terakhir mencapai 371 ton tandan buah segar (TBS).

“Hasilnya Rp1 miliar. Rinciannya, 3 bulan pertama sebesar Rp454 juta dan tiga bulan kedua Rp612 juta," katanya.

Edi mengungkapkan dalam pengelolaannya langsung melibatkan masyarakat setempat sesuai dengan kemampuan mereka. Mulai dari warga yang bekerja di bagian administrasi, perawatan kebun, bagian keamanan kebun, pemuat, mandor dan lain sebagainya.

“Semua ini sangat berarti sekali untuk masyarakat Desa Tamiang. Karena hasilnya kembali ke masyarakat. Kita bisa lihat dengan kasat mata, perekonomian mereka meningkat dalam enam bulan terakhir ini. Ada yang kredit kendaraan bermotor, ada juga yang menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi dan lain sebagainya,” katanya, semringah.

Setidaknya ada 67 warga Desa Tamiang yang bekerja mengelola kebun. Ditambah 21 warga Desa Tamiang yang menjadi tim pengelolaan kebun desa itu. Mereka semua warga lokal, warga Desa Tamiang. (CM)
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GAPKI Ajak Generasi...
GAPKI Ajak Generasi Muda Pasangkayu Jadi Sobat Sawit Peduli Lingkungan
Menhan dan Satgas PKH...
Menhan dan Satgas PKH Ambil Alih 1.699 Ha Lahan Tambang Ilegal di Kalteng
PASPI: Pengembangan...
PASPI: Pengembangan SDM Kelapa Sawit Kunci Daya Saing Global
IPB Dorong Pemanfaatan...
IPB Dorong Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit
Gubernur Kalteng Sumbangkan...
Gubernur Kalteng Sumbangkan 20 Hektare Tanah untuk Sekolah Garuda Demi Dukung Program Presiden
Polisi Sangkal Konspirasi...
Polisi Sangkal Konspirasi Kebakaran Gedung Terra Drone terkait Peta Lahan Sawit di Sumatera
Bank Kalteng Jadi Sponsor...
Bank Kalteng Jadi Sponsor Utama Adhyaksa FC di Super League Musim Depan
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Rekomendasi
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved