Sawit Pilar Penting Energi Terbarukan di Indonesia
Jum'at, 06 Desember 2024 - 13:57 WIB
loading...
GAPKI yang menyoroti peran strategis minyak sawit dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. FOTO/IST
A
A
A
RIAU - Industri kelapa sawit kini tidak hanya dikenal sebagai penyokong utama bahan pangan, tetapi juga sebagai pemain penting dalam sektor energi terbarukan, khususnya dalam produksi biodiesel. Hal ini diungkapkan oleh Eddy Martono, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), yang menyoroti peran strategis minyak sawit dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
"Biodiesel berbahan dasar minyak sawit memiliki peran krusial dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung komitmen global untuk mitigasi perubahan iklim," kata Eddy di Riau, Jumat (6/12/2024).
Indonesia, yang telah mengimplementasikan program mandatori biodiesel, saat ini menggunakan campuran biodiesel B35, yaitu 35% biodiesel berbasis minyak sawit dan 65% solar dari minyak bumi. Tahun depan, rencananya campuran ini akan ditingkatkan menjadi B40.
Meskipun pencapaian Indonesia dalam energi hijau berbasis kelapa sawit diapresiasi, Eddy menyoroti tantangan serius yang harus dihadapi, yaitu stagnasi produksi kelapa sawit dan penurunan produktivitas.
"Kita harus berhati-hati agar tidak terjadi persaingan antara kebutuhan pangan dan energi," kata Eddy, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan kedua sektor tersebut.
"Biodiesel berbahan dasar minyak sawit memiliki peran krusial dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung komitmen global untuk mitigasi perubahan iklim," kata Eddy di Riau, Jumat (6/12/2024).
Indonesia, yang telah mengimplementasikan program mandatori biodiesel, saat ini menggunakan campuran biodiesel B35, yaitu 35% biodiesel berbasis minyak sawit dan 65% solar dari minyak bumi. Tahun depan, rencananya campuran ini akan ditingkatkan menjadi B40.
Meskipun pencapaian Indonesia dalam energi hijau berbasis kelapa sawit diapresiasi, Eddy menyoroti tantangan serius yang harus dihadapi, yaitu stagnasi produksi kelapa sawit dan penurunan produktivitas.
"Kita harus berhati-hati agar tidak terjadi persaingan antara kebutuhan pangan dan energi," kata Eddy, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan kedua sektor tersebut.
Lihat Juga :