Selama Lockdown, KDRT di Malaysia Meningkat

Minggu, 19 April 2020 - 09:36 WIB
loading...
A A A
"Kekerasan dalam rumah tangga adalah tentang mempertahankan kekuasaan dan kontrol dan dalam krisis ini, isolasi dan kekhawatiran terhadap kesehatan, dan keuangan dapat semakin memperburuk keinginan pelaku untuk mengerahkan kekuasaan dan kontrol, ”kata Tan Heang-Lee, petugas advokasi dan komunikasi di WAO.

"Korban kekerasan dalam rumah tangga juga menghadapi risiko yang lebih besar karena mereka terjebak di rumah sepanjang hari dengan pelaku kekerasan. Juga lebih berbahaya bagi mereka untuk mencari bantuan, karena pelaku mungkin memantau setiap gerakan mereka," sambungnya.

Di bawah penguncian, yang dimulai pada 18 Maret, banyak penduduk negara itu tidak dapat bekerja, karena hanya mereka yang berada di layanan penting yang diizinkan untuk tetap bekerja seperti biasa.

Di Malaysia, di mana perusahaan kecil dan menengah, termasuk pemilik kios dan keluarga yang dikelola, membuat 90 persen dari kekuatan ekonomi telah melihat hilangnya pendapatan yang sangat besar bagi banyak individu di berbagai sektor.

Menurut Tan, kondisi ini memperburuk ketergantungan finansial yang dialami para korban kekerasan dalam rumah tangga terhadap para pelaku kekerasan.

Para wanita dari kelompok berpenghasilan rendah, kata para aktivis, juga lebih terpengaruh secara drastic. Sebab, sebagian besar bergantung pada rumah atau usaha kecil yang telah terkena dampak penguncian.

Krisis saat ini juga berdampak pada para penyintas yang telah meninggalkan pelaku kekerasan. Menurut WAO, 30 persen mantan penghuni rumah singgah, tidak dapat bekerja karena penguncian, sementara 25 persen masih mencari pekerjaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awal Tahun 2022, Sumsel...
Awal Tahun 2022, Sumsel Diprediksi Bebas COVID-19
Kemenkumham Salurkan...
Kemenkumham Salurkan Puluhan Ribu Paket kepada Masyarakat Terdampak COVID-19
Jelang Lebaran, Kota...
Jelang Lebaran, Kota Medan Disemprot Cairan Disinfektan Skala Besar dan Masif
Cegah Virus Varian Baru...
Cegah Virus Varian Baru dari Luar Negeri, Khofifah: 3.636 Pekerja Migran Telah Kami Isolasi
Nikmati Waktu di Rumah...
Nikmati Waktu di Rumah Aja dengan Mocktail Enak dan Menyegarkan
Terkini COVID-19 di...
Terkini COVID-19 di Palembang, 48 Orang Positif Terpapar
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
8 Virus yang Berpotensi...
8 Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi, Ancaman bagi Kesehatan Global
Diserang Virus Misterius,...
Diserang Virus Misterius, Warga Kazakhstan Diwajibkan Pakai Masker hingga 2025
Rekomendasi
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved