Tertabrak Kereta, Tubuh Perempuan Ini Tercecer di Rel
Jum'at, 09 April 2021 - 11:30 WIB
loading...
Petugas saat mengevakuasi potongan tubuh Siti Ulifah (32) di kilometer 26+400 di Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.Foto/SINDOnews/TritUs Julan
A
A
A
MOJOKERTO - Seorang perempuan asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, tewas mengenaskan. Tubuhnya hancur usai tertabrak kereta api di kilometer 26+400 di Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan.
Korban diduga sengaja menabrakkan tubuhnya kereta api. Hal itu terlihat setelah warga setempat menemukan sepeda motor Kharisma dengan nomor polisi S 6743 AAK milik korban yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Baca juga: Ulah Teledor Sopir Truk Penyebab Tragedi Kereta Api Taiwan, 51 Tewas
Korban diketahui bernama Siti Ulifah (32) warga Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Identitas korban diketahui setelah sang suami Juprianto (41) mendatangi lokasi dan memastikan jika bagian tubuh yang tercecer di rel kereta api adalah istrinya.
Pujianto, warga setempat mengatakan, dirinya baru mengetahui ceceran darah dan juga daging adalah bagian tubuh manusia sekitar pukul 04.00 WIB. Ketika itu dirinya pulang dari masjid usai salat subuh berjamaah.
"Saat saya berangkat itu saya tahu ada ceceran darah di sekitar jalan dan rel kereta api, namun saat itu tak ada kecurigaan karena dikira bangkai hewan," kata Pujianto saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (9/4/2021).
Korban diduga sengaja menabrakkan tubuhnya kereta api. Hal itu terlihat setelah warga setempat menemukan sepeda motor Kharisma dengan nomor polisi S 6743 AAK milik korban yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Baca juga: Ulah Teledor Sopir Truk Penyebab Tragedi Kereta Api Taiwan, 51 Tewas
Korban diketahui bernama Siti Ulifah (32) warga Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Identitas korban diketahui setelah sang suami Juprianto (41) mendatangi lokasi dan memastikan jika bagian tubuh yang tercecer di rel kereta api adalah istrinya.
Pujianto, warga setempat mengatakan, dirinya baru mengetahui ceceran darah dan juga daging adalah bagian tubuh manusia sekitar pukul 04.00 WIB. Ketika itu dirinya pulang dari masjid usai salat subuh berjamaah.
"Saat saya berangkat itu saya tahu ada ceceran darah di sekitar jalan dan rel kereta api, namun saat itu tak ada kecurigaan karena dikira bangkai hewan," kata Pujianto saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (9/4/2021).
Lihat Juga :