Indah Putri Indriani Dorong Terwujudnya Kampung Tematik Reforma Agraria
Kamis, 08 April 2021 - 19:55 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi, semua perangkat daerah harus bisa menangkap peluang ini, harus ada added value atau peningkatan nilai tambah terhadap pelaksanaan reforma agraria di Luwu Utara. Dari sini, akan lahir inovasi-inovasi kewirausahaan dalam memanfaatkan lahan redistribusi tadi,” terangnya.
Baca juga: Pemkab Luwu Utara Dukung Program Digitalisasi Keuangan
“Banyak sekali yang bisa kita lakukan, termasuk di sektor peternakan, PMPTSP, pertanian tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Intinya, semua kegiatan di SKPD nantinya menjadi contoh di situ. Meski tidak besar, sesuatu itu tak harus langsung besar, tapi disesuaikan dengan kebutuhan yang ada,” ucap dia menambahkan.
Senada Indah, Kepala Kantor Pertahanan (Kakantah) Kabupaten Luwu Utara, Taufik, yang juga Ketua Pelaksana Harian GTRA Luwu Utara, juga berharap keterlibatan semua stakeholder dalam upaya mewujudkan keberhasilan pelaksanaan reforma agraria di Luwu Utara.
“Butuh keterlibatan semua pihak dalam pelaksanaan reforma agraria , utamanya legalisasi aset. Setelah legalisasi aset, apakah berhenti sampai di sini? Tentu tidak! Ada tolak ukur kinerjanya nanti. Salah satunya adalah dengan adanya kampung reforma agraria , dengan tiga indikator yakni adanya skala ekonomi, added value, dan inovasi kewirausahaan,” tandasnya.
Baca juga: Pemkab Luwu Utara Dukung Program Digitalisasi Keuangan
“Banyak sekali yang bisa kita lakukan, termasuk di sektor peternakan, PMPTSP, pertanian tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Intinya, semua kegiatan di SKPD nantinya menjadi contoh di situ. Meski tidak besar, sesuatu itu tak harus langsung besar, tapi disesuaikan dengan kebutuhan yang ada,” ucap dia menambahkan.
Senada Indah, Kepala Kantor Pertahanan (Kakantah) Kabupaten Luwu Utara, Taufik, yang juga Ketua Pelaksana Harian GTRA Luwu Utara, juga berharap keterlibatan semua stakeholder dalam upaya mewujudkan keberhasilan pelaksanaan reforma agraria di Luwu Utara.
“Butuh keterlibatan semua pihak dalam pelaksanaan reforma agraria , utamanya legalisasi aset. Setelah legalisasi aset, apakah berhenti sampai di sini? Tentu tidak! Ada tolak ukur kinerjanya nanti. Salah satunya adalah dengan adanya kampung reforma agraria , dengan tiga indikator yakni adanya skala ekonomi, added value, dan inovasi kewirausahaan,” tandasnya.
Lihat Juga :