PSBB Diperpanjang Aktivitas Warga Masih Ramai, Pakar: Pemkot Bandung Tak Tegas
Rabu, 20 Mei 2020 - 15:35 WIB
loading...
Ramainya pedagang dan pembeli di kawasan Pasar Baru, Jalan Otto Iskandardinata (Ottista), Kota Bandung. Satpol PP Kota Bandung membubarkan mereka. Foto/Satpol PP Kota Bandung
A
A
A
BANDUNG - Pemkot Bandung resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jabar secara parsial. Namun, aktivitas warga masih ramai, terutama di pasar-pasar tradisional.
Pakar kebijakan publik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan mengatakan, Pemkot Bandung kurang tegas dan tak memiliki perencanaan matang terkait konsekuensi penerapan PSBB.
Akibatnya, kata Cecep, masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah terpaksa harus ke luar rumah dan tak menerapkan. protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona, yakni physical dan social distancing.
"Fenomena keramaian yang timbul di sejumlah lokasi adalah buah dari belum terpenuhinya konsekuensi ketika PSBB diterapkan. Sehingga banyak warga yang terpaksa ke luar rumah dan tidak menerapkan pembatasan fisik," kata Cecep kepada wartawan melalui telepon seluler, Rabu (20/5/2020).
(Baca: Sebelum Dipindah ke Nusakambangan, Habib Bahar Sudah Bertemu Keluarga)
Pakar kebijakan publik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan mengatakan, Pemkot Bandung kurang tegas dan tak memiliki perencanaan matang terkait konsekuensi penerapan PSBB.
Akibatnya, kata Cecep, masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah terpaksa harus ke luar rumah dan tak menerapkan. protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona, yakni physical dan social distancing.
"Fenomena keramaian yang timbul di sejumlah lokasi adalah buah dari belum terpenuhinya konsekuensi ketika PSBB diterapkan. Sehingga banyak warga yang terpaksa ke luar rumah dan tidak menerapkan pembatasan fisik," kata Cecep kepada wartawan melalui telepon seluler, Rabu (20/5/2020).
(Baca: Sebelum Dipindah ke Nusakambangan, Habib Bahar Sudah Bertemu Keluarga)
Lihat Juga :