Tangis Wasito Pecah, Putranya yang Masih SMP Selamat Dari Tabrakan Kapal di Laut Indramayu
Minggu, 04 April 2021 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
"Sekitar jam 17.00 WIB, waktunya merapikan jaring terus berlayar. Anak baru dua kali. Yang minggu lalu sama saya. Tapi karena saya sedang ada sangkutan utang dengan orang lain jadi saya ikut orang lain," kata Wasito, Minggu (4/4/2021).
Sebelum pergi, Eriyanto sempat menitipkan pesan kepada Wasito agar menjaga ibunya yang kondisi kesehatannya menurun. Sebetulnya, Wasito tidak tega melihat anaknya pergi melaut bersama ABK lain di kapal Barokah Jaya.
Akan tetapi, karena desakan ekonomi, Wasito tidak bisa melarang Eriyanto pergi melaut . Saat ini ia berharap agar Eriyanto dapat kembali dengan selamat. "Eriyanto bagian belajar aja. Inginnya sih jangan melaut. Pertama lingkungan dan kedua ekonomi. Anak juga sekolah belum selesai. Bagaimana pun kalau belum ada anak di sini, perasaan saya masih tanda tanya," ujar Wasito.
Baca juga: Tabrak Truk dengan Kecepatan Tinggi, Anggota Polres Batubara Tewas
Hingga kini, ia dan Nurwaeni masih setia menunggu kedatangan Eriyanto dari kapal KN 103 Wisnu di perairan Indramayu . Hal senada juga disampaikan Nurwaeni. Nurwaeni sendiri mengaku sangat trauma setelah mendengar kabar insiden itu.
Rasa was-was muncul dalam hati Nurwaeni, karena takut anak keduanya itu mengalami hal-hal yang tak diinginkan. "Saya kaget. Badan saya geter, karena dengar kapal Barokah Jaya kecelakaan. Sebelumnya dia pamit ke bapakny, suruh jaga saya. Saya lagi sakit," kata Nurwaeni.
Sebelum pergi, Eriyanto sempat menitipkan pesan kepada Wasito agar menjaga ibunya yang kondisi kesehatannya menurun. Sebetulnya, Wasito tidak tega melihat anaknya pergi melaut bersama ABK lain di kapal Barokah Jaya.
Akan tetapi, karena desakan ekonomi, Wasito tidak bisa melarang Eriyanto pergi melaut . Saat ini ia berharap agar Eriyanto dapat kembali dengan selamat. "Eriyanto bagian belajar aja. Inginnya sih jangan melaut. Pertama lingkungan dan kedua ekonomi. Anak juga sekolah belum selesai. Bagaimana pun kalau belum ada anak di sini, perasaan saya masih tanda tanya," ujar Wasito.
Baca juga: Tabrak Truk dengan Kecepatan Tinggi, Anggota Polres Batubara Tewas
Hingga kini, ia dan Nurwaeni masih setia menunggu kedatangan Eriyanto dari kapal KN 103 Wisnu di perairan Indramayu . Hal senada juga disampaikan Nurwaeni. Nurwaeni sendiri mengaku sangat trauma setelah mendengar kabar insiden itu.
Rasa was-was muncul dalam hati Nurwaeni, karena takut anak keduanya itu mengalami hal-hal yang tak diinginkan. "Saya kaget. Badan saya geter, karena dengar kapal Barokah Jaya kecelakaan. Sebelumnya dia pamit ke bapakny, suruh jaga saya. Saya lagi sakit," kata Nurwaeni.
Lihat Juga :