Perang Saudara di Beoga Berakhir, Hukum Positif Ditegakkan
Minggu, 04 April 2021 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Di lokasi perang pun juga telah ada pihak militer TPM-OPM lengkap dengan senjata. Namun saat bupati beserta rombongan turun ke lapangan, tidak disertai TNI-POLRI. Ini untuk mencegah terjadi kontak senjata dengan pasukan TPM-OPM.
“Misi utama kita adalah, untuk mendamaikan perang saudara. Ternyata sudah ada pasukan TPM-OPM di sana. Setelah berkoordinasi, disepakati, saya bersama DPRD saja yang ke lokasi perang, sementara TNI-Polri tetap saja di Ibu Kota Distrik,” ujar Bupati Puncak Willem Wandik.
Menurut Bupati, di lokasi perang, tim Bupati dikawal ketat oleh militer TPM-OPM. Kehadiran pasukan TPM-OPM, ikut menjaga keamanan. Mereka turut mendesak agar terjadi proses perdamaian adat kedua kubu yang berperang.
Diceritakan Bupati, mereka turut menangkap pelaku perang, dan menyerahkan ke Bupati. Proses perdamaian ini, ungkap Bupati tercepat dalam sejarah perang saudara di Kabupaten Puncak bahkan di wilayah pegunungan tengah. Karena berdamai hanya dalam waktu 3 hari.
“Biasanya kalau perang adat begini, makan waktu yang cukup lama, karena saling balas, namun proses perdamaian kali ini merupakan sejarah, karena tercepat, perang hanya tiga hari,” ujarnya.
Lanjut Bupati, kehadiran pasukan TPM-OPM di lokasi perang memiliki tujuan yang sama yaitu agar tidak ada pertumpahan darah antarsaudara.
Kata Bupati, prosesi adat perdamaian ini juga terjadi tepat di Hari Paskah, Jumat Agung. "Artinya misi Yesus hadir di dunia adalah keselamatan, kedamaian, menyelamatkan manusia melalui kayu salib, untuk menuju kehidupan dan makna itu secara tidak langsung sudah dilakukan oleh kedua belah kubu," tuturnya.
“Misi utama kita adalah, untuk mendamaikan perang saudara. Ternyata sudah ada pasukan TPM-OPM di sana. Setelah berkoordinasi, disepakati, saya bersama DPRD saja yang ke lokasi perang, sementara TNI-Polri tetap saja di Ibu Kota Distrik,” ujar Bupati Puncak Willem Wandik.
Menurut Bupati, di lokasi perang, tim Bupati dikawal ketat oleh militer TPM-OPM. Kehadiran pasukan TPM-OPM, ikut menjaga keamanan. Mereka turut mendesak agar terjadi proses perdamaian adat kedua kubu yang berperang.
Diceritakan Bupati, mereka turut menangkap pelaku perang, dan menyerahkan ke Bupati. Proses perdamaian ini, ungkap Bupati tercepat dalam sejarah perang saudara di Kabupaten Puncak bahkan di wilayah pegunungan tengah. Karena berdamai hanya dalam waktu 3 hari.
“Biasanya kalau perang adat begini, makan waktu yang cukup lama, karena saling balas, namun proses perdamaian kali ini merupakan sejarah, karena tercepat, perang hanya tiga hari,” ujarnya.
Lanjut Bupati, kehadiran pasukan TPM-OPM di lokasi perang memiliki tujuan yang sama yaitu agar tidak ada pertumpahan darah antarsaudara.
Kata Bupati, prosesi adat perdamaian ini juga terjadi tepat di Hari Paskah, Jumat Agung. "Artinya misi Yesus hadir di dunia adalah keselamatan, kedamaian, menyelamatkan manusia melalui kayu salib, untuk menuju kehidupan dan makna itu secara tidak langsung sudah dilakukan oleh kedua belah kubu," tuturnya.
Lihat Juga :