Dikulik Idang Rasjidi, Bocah Tulungagung Ini Pukau Penggemar Musik Jazz
Kamis, 01 April 2021 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
"Yang mencipta lagu dan musiknya Opa Idang (Idang Rasjidi)," kata Marsha menambahkan kata "Opa" atau kakek di depan nama musisi Idang Rasjidi. Marsha yang di luar menyanyi memiliki hobi melukis tersebut, lahir 4 November 2006. Di keluarga, ia nomor dua dari tiga bersaudara.
Ayahnya, Eko Sudharmono merupakan ASN di RSUD dr Iskak Tulungagung. Sedangkan Sandra Fitriani ibundanya, saat ini menjadi eksekutif produser merangkap manager. Album perdana Marsha yang baru dirilis, mengambil nama "Hanya Ilusi", yakni mengutip dari satu judul lagu.
Album perdana itu memiliki warna musik jazz, bercampur samba, pop dan R'n B. Sebanyak tujuh lagu di dalam album tersebut, semuanya bertema perjalanan hidup manusia. Lirik, aransemen musik, serta komposisi nada, semuanya diramu dedengkot musisi jazz Indonesia, Idang Rasjidi.
"Semua lagu dan aransemen musiknya dari Opa Idang," tutur Marsha yang didampingi ibundanya. Marsha pertama kali bertemu musisi Idang Rasjidi dalam event festival Internasional Jazz Day di Tulungagung tahun 2019. Idang Rasjidi diundang hadir sebagai bintang tamu.
Saat itu Marsha masih berusia 11 tahun. Perkenalannya dengan Idang Rasjidi berlangsung tidak sengaja. Saat hendak membawakan salah satu lagu di event Internasional Jazz Daya, band pengiring Marsha kesulitan.
Melihat itu, Idang yang menjadi bintang tamu, spontan menawarkan diri menjadi pengiring. Satu lagu diselesaikan dengan memuaskan, dan Idang Rasjidi terpesona. Komunikasi inten pun berlanjut di bawah panggung.
"Dari situ kemudian berkomunikasi dan ditawari dibuatkan lagu dan saya senang sekali," kata Marsha yang mengaku mengidolakan penyanyi nasional Isyana Saraswati.
Ayahnya, Eko Sudharmono merupakan ASN di RSUD dr Iskak Tulungagung. Sedangkan Sandra Fitriani ibundanya, saat ini menjadi eksekutif produser merangkap manager. Album perdana Marsha yang baru dirilis, mengambil nama "Hanya Ilusi", yakni mengutip dari satu judul lagu.
Album perdana itu memiliki warna musik jazz, bercampur samba, pop dan R'n B. Sebanyak tujuh lagu di dalam album tersebut, semuanya bertema perjalanan hidup manusia. Lirik, aransemen musik, serta komposisi nada, semuanya diramu dedengkot musisi jazz Indonesia, Idang Rasjidi.
"Semua lagu dan aransemen musiknya dari Opa Idang," tutur Marsha yang didampingi ibundanya. Marsha pertama kali bertemu musisi Idang Rasjidi dalam event festival Internasional Jazz Day di Tulungagung tahun 2019. Idang Rasjidi diundang hadir sebagai bintang tamu.
Saat itu Marsha masih berusia 11 tahun. Perkenalannya dengan Idang Rasjidi berlangsung tidak sengaja. Saat hendak membawakan salah satu lagu di event Internasional Jazz Daya, band pengiring Marsha kesulitan.
Melihat itu, Idang yang menjadi bintang tamu, spontan menawarkan diri menjadi pengiring. Satu lagu diselesaikan dengan memuaskan, dan Idang Rasjidi terpesona. Komunikasi inten pun berlanjut di bawah panggung.
"Dari situ kemudian berkomunikasi dan ditawari dibuatkan lagu dan saya senang sekali," kata Marsha yang mengaku mengidolakan penyanyi nasional Isyana Saraswati.
Lihat Juga :