Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Banjir Genangi Perumahan Warga, Pengembang Nyaris Diamuk Massa

loading...
Banjir Genangi Perumahan Warga, Pengembang Nyaris Diamuk Massa
Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menenangkan warga yang marah kepada pengembang. SINDOnews/Nila
KARAWANG - Warga Perumahan Taman Bengle Indah, Desa Bengle Kecamatan Majalaya marah karena perumahan mereka banjir saat hujan. Itu akibat pembangunan perumahan baru yang menutup saluran air hingga air kembali masuk perumahan warga. Warga menuding pengembang perumahan baru menjadi penyebab banjir setinggi betis orang dewasa.

Menurut Wahid, tokoh masyarakat setempat mengatakan perumahan Bengle Indah sebelumnya tidak pernah mengalami banjir . Namun saat ini beroperasi tiga pengembang baru yang membangun rumah. Permasalahan muncul karena saluran air dari perumahan Bengle Indah tidak bisa masuk kesifon karena sudah ditutup. "Airnya tidak mengalir dan kembali ke perumahan kami. Kita sudah protes tapi tidak didengar, " kata Wahid, Kamis (1/4/21).

Karena protes warga kepada pengembang tidak didengar akhirnya warga mengirim surat ke DPRD, namun belum ada tindaklanjut. Warga akhirnya nekat melaporkan masalah dengan pengembang ke kantor Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh. "Kita lapor kepada Wakil Bupati dan langsung mendapat respon beliau. Wabup langsung meninjau lokasi perumahan kami, " kata Wahid.

Menurut Wahid, warga perumahan Bengle Indah sudah hampir melampiaskan kemarahan kepada pengembang yang menutup saluran air hingga warga kebanjiran sampai setinggi lutut. Namun amarah warga berhasil dihindari setelah Wabup Aep Syaepuloh datang ke lokasi banjir. "Semuanya tenang dulu biar pemerintah yang membereskan. Kami akan panggil semua pengembang agar masalah ini cepat selesai, " kata Aep. Baca: Ini Motif Anak Aniaya Orang Tua dan Adik hingga Sekarat di Mojokerto.

Aep mengatakan akan memanggil semua pihak untuk membahas keluahan warga perumahan Bengle Indah. Para pengembang, tokoh masyarakat dan kepala desa akan dikumpulkan untuk menyelesaikan masalah. " Jumat besok mereka kita panggil ke kantor Pemda kita akan bahas masalahnnya ada dimana," pungkasnya. Baca Juga: Jelang Bulan Puasa Warga di Medan Gerebek Sejumlah Lokasi Judi.

(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top