2.770 Kasus Stunting Ditemukan di Tana Toraja Sejak Tahun 2019
Selasa, 30 Maret 2021 - 15:26 WIB
loading...
Pemkab Tana Toraja terus melakukan pencegahan dan penanggulangan stunting. Foto: Ilustrasi
A
A
A
TANA TORAJA - Kasus kekerdilan anak yang diakibatkan kekurangan gizi atau stunting , menjadi perhatian utama Pemkab Tana Toraja. Bahkan sejak tahun 2019 ditemukan 2770 anak menderita kekerdilan.
Staf Bidang Promosi dan Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten Tana Toraja Idawati mengatakan, berdasarkan data pengukuran bayi dan balita di posyandu dan puskesmas se kabupaten Tana Toraja sejak tahun 2019 lalu, bayi dan balita yang diukur sebanyak 10.811orang.
"Hasil identifikasi dan verifikasi terhadap pengukuran di posyandu dan puskesmas, ditemukan 2770 kasus kekerdilan anak yang diakibatkan kekurangan gizi yang tersebar di 19 kecamatan se kabupaten Tana Toraja," ujarnya.
Baca Juga: Toraja Diterjang Puting Beliung, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah
Untuk mengatasi ini, Pemerintah kabupaten Tana Toraja melibatkan sedikitnya 16 organisasi perangkat daerah (OPD), dalam penanganan dan penanggulangan kasus stunting .
Staf Bidang Promosi dan Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten Tana Toraja Idawati mengatakan, berdasarkan data pengukuran bayi dan balita di posyandu dan puskesmas se kabupaten Tana Toraja sejak tahun 2019 lalu, bayi dan balita yang diukur sebanyak 10.811orang.
"Hasil identifikasi dan verifikasi terhadap pengukuran di posyandu dan puskesmas, ditemukan 2770 kasus kekerdilan anak yang diakibatkan kekurangan gizi yang tersebar di 19 kecamatan se kabupaten Tana Toraja," ujarnya.
Baca Juga: Toraja Diterjang Puting Beliung, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah
Untuk mengatasi ini, Pemerintah kabupaten Tana Toraja melibatkan sedikitnya 16 organisasi perangkat daerah (OPD), dalam penanganan dan penanggulangan kasus stunting .
Lihat Juga :