Pembukaan Akses Jalan TMMD di Jambi Bisa Angkat Perekonomian Masyarakat
Sabtu, 27 Maret 2021 - 21:06 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ramai Kasus Salah Gerebek, Kasat Narkoba Polresta Malang Mendadak Dimutasi ke Polda Jatim
"Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi, Korem 042/Garuda Putih, Kodim 0415/Batanghari, Pemkab Muarojambi dan masyarakat. Kedepan baik kegiatan TMMD atau karya bakti tetap kita dukung," tandasnya singkat.
Sementara itu, Dandim 0415/Batanghari Kolonel Inf J Hadiyanto mengakui dengan terbukanya akses jalan dari Desa Sungaiterap ke Sungaigelam ini bisa menghemat waktu hingga 3 jam perjalanan.
“Apa lagi sudah pengerasan jalan, bisa lebih cepat lagi ke Sungaigelam. Warga tidak perlu lagi jalan memutar, karena sudah bisa ditempuh setengah jam perjalanan,” tegasnya.
Dia menambahkan, selain sasaran fisik pihaknya juga mengadakan kegiatan non fisik, seperti pengobatan massal sunatan massal, sosialisasi pertanian, pencegahan teroris. “Ada 18 item yang diangkat di non fisik.”
“Dengan terbukanya akses ini akan membuka banyak kemudahan, misal berkebun akan gampang, hasil panennya sawit bisa mudah dikeluarkan,” tuturnya.
Menurutnya, bila dulunya warga harus lewat jembatan yang lebarnya 1 meter, saat ini sudah lebar. “Sering kali saat jual buah melewati jembatan buahnya hingga jatuh, belum lagi orangnya. Jadi sangat berbahaya,” ujar Dandim.
"Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi, Korem 042/Garuda Putih, Kodim 0415/Batanghari, Pemkab Muarojambi dan masyarakat. Kedepan baik kegiatan TMMD atau karya bakti tetap kita dukung," tandasnya singkat.
Sementara itu, Dandim 0415/Batanghari Kolonel Inf J Hadiyanto mengakui dengan terbukanya akses jalan dari Desa Sungaiterap ke Sungaigelam ini bisa menghemat waktu hingga 3 jam perjalanan.
“Apa lagi sudah pengerasan jalan, bisa lebih cepat lagi ke Sungaigelam. Warga tidak perlu lagi jalan memutar, karena sudah bisa ditempuh setengah jam perjalanan,” tegasnya.
Dia menambahkan, selain sasaran fisik pihaknya juga mengadakan kegiatan non fisik, seperti pengobatan massal sunatan massal, sosialisasi pertanian, pencegahan teroris. “Ada 18 item yang diangkat di non fisik.”
“Dengan terbukanya akses ini akan membuka banyak kemudahan, misal berkebun akan gampang, hasil panennya sawit bisa mudah dikeluarkan,” tuturnya.
Menurutnya, bila dulunya warga harus lewat jembatan yang lebarnya 1 meter, saat ini sudah lebar. “Sering kali saat jual buah melewati jembatan buahnya hingga jatuh, belum lagi orangnya. Jadi sangat berbahaya,” ujar Dandim.
Lihat Juga :