Honor Tak Dibayar 3 Bulan, Relawan Pengubur Jenazah COVID-19 Protes Geruduk Rujab Walikota Kupang

Selasa, 23 Maret 2021 - 20:45 WIB
loading...
Honor Tak Dibayar 3...
Sekda Kota Kupang Fahren Funay berbicara di depan para untuk menenangkan mereka dan meminta agar bersabar, karena telah menjanjikan pembayaran honor segera. Foto: iNews/Eman Suni
A A A
KUPANG - Puluhan relawan pengubur jenazah COVID-19 melakukan aksi protes dan mendatangi rumah jabatan Wali kota Kupang, Jefri Riwu Kore , Nusa Tenggara Timur ( NTT ), Selasa (23/3/2021) sore, karena honor mereka sudah tiga bulan belum dibayarkan.

Selain belum dibayar, para relawan ini juga mengeluhkan rencana pemotongan sepihak yang akan dilakukan pemerintah karena alasan kekurangan anggaran.

Baca juga:
Hasil Rapid Test Antigen, Tak Ada Warga Positif COVID-19 saat Kerumunan di Maumere

Bahkan, sedikitnya 33 orang relawan pengubur jenazah COVID-19 yang mendatangi rumah jabatan Wali kota Kupang itu, sambil berteriak meminta klarifikasi atas keterlambatan dan rencana pemotongan honor mereka.

Kedatangan para relawan ini nyaris ricuh karena dihadang oleh satuan Pol PP yang sedang bertugas. Suasana baru mulai kembali reda setelah Sekda Kota, Fahren Funay datang menemui mereka dan memberi penjelasan.

Honor Tak Dibayar 3 Bulan, Relawan Pengubur Jenazah COVID-19 Protes Geruduk Rujab Walikota Kupang

Baca juga: Batal Dimakamkan, PM Minta Jenazah Korban Penganiayaan Oknum TNI AD Diotopsi

Salah satu relawan yang tidak ingin menyebutkan namanya mengatakan, sudah tiga bulan tidak mendapat uang jasa pemakaman jenazah COVID-19, dan dari Dinas Kesehatan memberikan informasi pemtongan uang jasa dari Rp500.000 per jenazah akan diturunkan ke Rp300.000 tanpa kesepakatan.

“Semetara para relawan ini sudah berkorban meninggalkan keluarga namun jasa mereka malah dikebiri,” protes salah satu relawan. Dia menyebutkan, pihaknya hanya menuntut hak agar dipenuhi oleh pemerintah.

Honor Tak Dibayar 3 Bulan, Relawan Pengubur Jenazah COVID-19 Protes Geruduk Rujab Walikota Kupang

Baca juga: Divonis Hukuman Mati, Terdakwa Pemerkosa dan Pembunuh Bocah di Bima Tak Keberatan

Sekda Kota Kupang Fahren Funay usai berkoordinasi dengan Walikota Kupang langsung datang dan menyampaikan kesepatan dan akhirnya masa mau membubarkan diri.

“Keterlambatan ini akibat adanya refocusing anggaran, namun telah berakhir dan akan segera dibayarkan, sementara rencana pemotongan baru akan disepakati bersama dengan relawan yang akan diberlakukan pada bulan April nanti,” katanya.

Usai mendapat penjelasan para relawan pengubur jenazah COVID-19 beriringan bersama dengan membawa 4 unit mobil ambulace langsung kembali ke posko untuk bertugas, sambil menunggu jadwal pembayaran jasa penguburan.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Infrastruktur Terputus,...
Infrastruktur Terputus, Ary Buraen Turun Tangan dan Dorong Pemda Kupang Bergerak Cepat
Kolaborasi Guru dan...
Kolaborasi Guru dan Siswa di Kupang: Inovasi Pembelajaran hingga Bengkel Mandiri
Otniel Benyamin Selan...
Otniel Benyamin Selan Tekankan Kesiapsiagaan Bencana, Dorong Edukasi dan Pelatihan Evakuasi Warga Kupang
Progres Proyek Sekolah...
Progres Proyek Sekolah di Kupang Masih Rendah, Anggota DPRD Mesak Mbura Ingatkan Risiko Kualitas Bangunan
MPP Kota Kupang Menuju...
MPP Kota Kupang Menuju Jembatan Pelayanan Publik Antar Daerah NTT dengan lnovasi Besti
Dampingi Panen 50 Ton...
Dampingi Panen 50 Ton Bawang, Legislator Partai Perindo Mesak Mbura Komitmen Sejahterakan Petani Kupang
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Berita Terkini
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved