Bupati Maros Tebar 1,8 Juta Benih Udang Windu
Selasa, 23 Maret 2021 - 17:14 WIB
loading...
Bupati Maros, Chaidir Syam dan Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari menebar 1,8 juta benih udang windu di Desa Ampekale, Selasa (23/3/2021). Foto: Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Bupati Maros , Chaidir Syam dan Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari menebar 1,81 juta benih udang windu dan 15 ribu benih ikan kakap putih di Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Selasa (23/3/2021).
Bupati Maros , Chaidir Syam mengatakan, benih yang ditebar tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama yang baik dengan pihak Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Alhamdulillah, sedikitnya ada 1.825.000 benih yang kami tebar dan distribusikan langsung untuk 6 kelompok petambak disini. Untuk memberikan benih ini, pemerintah daerah, mengambil anggaran yang bersumber dari anggaran tahun 2021," jelas Chaidir.
Baca Juga: Lambat Ajukan Ranperda, Dewan Soroti Pemkab Maros
Menurutnya, pendistribusian bantuan benih ini merupakan langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan para pembudidaya di tengah pandemi Covid-19.
Bupati Maros , Chaidir Syam mengatakan, benih yang ditebar tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama yang baik dengan pihak Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Alhamdulillah, sedikitnya ada 1.825.000 benih yang kami tebar dan distribusikan langsung untuk 6 kelompok petambak disini. Untuk memberikan benih ini, pemerintah daerah, mengambil anggaran yang bersumber dari anggaran tahun 2021," jelas Chaidir.
Baca Juga: Lambat Ajukan Ranperda, Dewan Soroti Pemkab Maros
Menurutnya, pendistribusian bantuan benih ini merupakan langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan para pembudidaya di tengah pandemi Covid-19.
Lihat Juga :